|
Kamis, 05 Agustus 2010 |
|
PENGANTAR Banyak sumber energi panas bumi yang tidak termanfaatkan secara optimal di kawasan Indonesia bagian timur. Padahal energi merupakan kebutuhan dasar bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan. Terdapat dua alasan kenapa energi panas bumi tidak termanfaatkan selama ini: Apabila kedua kendala dihilangkan maka pengembangan ekonomi lokal khususnya NTT dapat terwujud. NTT memiliki sumber daya energi dan tambang sangat potensial. Apabila kedua sumber daya ini disinergikan akan menjadi kekuatan industri di daerah (Gambar 1); Perlu dicatat bahwa negeri termasuk NTT yang memiliki sumber daya alam lebih berpeluang meningkatkan nilai tambahnya. Vertikal Integrated Resource-Based Industry seharusnya lebih mudah diwujudkan; Tulisan ini merupakan suatu ide atau wacana untuk memajukan pembangunan ekonomi NTT dengan mengandalkan sumber daya alam setempat.
oleh: Dr. R. Sukhyar - Kepala Badan Geologi |
|
|
Kamis, 10 Juni 2010 |
|
Badan Geologi bekerja sama dengan Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Lampung menyelenggarakan acara “Pemberdayaan dan Penyebarluasan Informasi Bidang Geologi” atau sosialisasi bidang geologi pada tanggal 25 Mei 2010 di Hotel Novotel, Bandar Lampung. Berkaitan dengan acara tersebut, keesokan harinya, 26 Mei 2010 dilaksanakan acara diskusi dengan Dinas Pertambangan dan Energi (DPE) Provinsi Lampung dan Universitas Lampung oleh 2 tim dari Badan Geologi. Kepala Bagian Rencana dan Laporan Sekretariat Badan Geologi, Ir. Oman Abdurachman, M.T. selaku Ketua Panitia menyampaikan tujuan diadakannya acara ini yaitu sebagai pelaksanaan salah satu fungsi Badan Geologi sebagai pelayanan di bidang geologi. |
|
|
Rabu, 03 Maret 2010 |
|
Kronologi terjadinya gerakan tanah di Perkebunan Teh Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tanggal 23 Februari 2010: 1. Tanggal 20-22 Februari 2010 terjadi curah hujan harian di atas normal 2. Kemudian Terjadi gerakan tanah pada hari Selasa 23 februari 2010 lebih kurang pukul 08.30 3. Berdasarkan informasi dan wawancara dengan penduduk setempat gerakan tanah terjadi dua kali. • Gerakan tanah pertama terjadi pada pukul 08.00 dengan skala cukup besar pada lereng bagian atas gunung tilu. Gerakan tanah ini terdengar oleh penduduk di lereng bagian bawah. • Gerakan tanah kedua menyusul terjadi kurang lebih 30 menit kemudian yang mengakibatkan terjadi aliran bahan rombakan sepanjang lembah kampung Dewata. • Gerakan tanah yang kedua menyebabkan bencana dan menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda. |
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 4 dari 617 |