Bimbingan Teknis Sumber Daya Mineral Dan Panas Bumi

bimteksdmpb
Peserta dan narasumber  Bimbingan Teknis Sumber Daya Mineral dan Panas Bumi.
 
Badan Geologi KESDM melalui Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas bumi (PSDMBP) menyelenggarakan kegiatan “Bimbingan Teknis Sumber Daya Mineral dan Panas Bumi” pada Senin-Rabu (20-22/11/2017) di Hotel Salak The Heritage Bogor. Kegiatan bimbingan ini dijadikan wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan ide dalam bidang eksplorasi, regulasi dan pengembangan usaha mineral dan panas bumi.
 
Setidaknya ada 30 Pemerintah Daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten yang yang hadir, terdiri dari sekretariat daerah dan BAPPEDA kota dan kabupaten se-Pulau Flores, Kab. Lembata, dan Kab. Alor, sebagai tindak lanjut dari permintaan pihak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Nusa Tenggara Timur.
 
BUMN yang berpartisipasi terdiri dari PT PLN (persero), PT PLN GAS & Geothermal, PT Geo Dipa Energi, PT Antam (persero), dan PT Star Energy. Sedangkan dari pihak asosiasi, berasal dari Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) dan Asosiasi Produsen Gelas Kaca Indonesia (APGKI). Narasumber kegiatan ini berasal dari para fungsional senior bidang mineral dan panas bumi Badan Geologi; Direktorat Sumber Daya Energi, Mineral dan Pertambangan, BAPPENAS; Direktorat Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE); Direktorat Pembinaan Program Mineral dan Batubara, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara; Direktorat Industri Bahan Galian Non Logam, Kementerian Perindustrian; PT PLN (persero); dan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI).
 
Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Suherman Agrianto, M.M membuka acara setelah sebelumnya Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Nagekeo, Drs. Bernard Dinus Fansiena, M.T. sebagai perwakilan dari wilayah Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur memberikan kata sambutan.
 
Flores sebagai pulau panas bumi, diangkat sebagai tema dalam bidang panas bumi sedangkan untuk bidang mineral, materi yang diangkat berkaitan dengan lokasi-lokasi prospek mineral logam maupun bukan logam dan kebutuhan mineral Indonesia.
 
Badan Geologi merangkul berbagai pihak yang berkepentingan baik dari sisi hulu maupun hilir dan melalui kegiatan ini mempertemukan para pihak yang berkepentingan mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN, dan asosiasi pengusaha yang bergerak di bidang mineral dan panas bumi.
 
Bimbingan Teknis ini dibagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas mineral dan kelas panas bumi dengan tujuan agar diskusi fokus pada permasalahan di bidang masing-masing baik mineral maupun panas bumi. Diharapkan diskusi yang terjadi dapat menyampaikan semua aspirasi dari berbagai pihak yang berkepentingan di dalamnya sehingga dapat terjalin komunikasi antara pihak dari sektor hulu sampai hilir.

bimteksdmpb1
Ketua Umum Persatuan Ahli Tambang Indonesia (PERHAPI) periode 2015-2018 sedang memaparkan materi mengenai dunia pertambangan.
 
Sementara itu Ketua Umum Persatuan Ahli Tambang Indonesia (PERHAPI) periode 2015-2018 Tino Ardhyanto Abdul Rachman menegaskan bahwa Indonesia mempunyai peranan penting dalam percaturan pertambangan di dunia. Pemahaman terhadap perdagangan komoditas mineral dan batubara global sangat penting di dalam melaksanakan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya mineral dan batubara Indonesia.
 
Kebutuhan akan emas di masa mendatang tentunya akan berimplikasi pada pertambangan emas Indonesia. Untuk itu Indonesia harus dapat memanfaatkan ilmu yang dimiliki di bidang geologi atau pertambangan. Tino berharap pemerintah tidak hanya berada pada tataran eksplorasi tanpa mengetahui proses bisnisnya, pemerintah perlu berimprovisasi dalam pekerjaan namun improvisasi ini bukan berarti menjadi pedagang. Pemerintah harus mengetahui bagaimana bisnis pertambangan ini berjalan.
 
Adanya kesenjangan antara sektor hulu dan hilir tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Badan Geologi mencoba untuk menjembatani antara pihak yang berkonsentrasi di bidang hulu, regulasi, dan hilir agar terjalin komunikasi yang baik yang akan berimplikasi pada kemajuan pengembangan energi dan mineral di Indonesia. Upaya yang dilakukan oleh Badan Geologi  ini juga sebagai wujud nyata untuk mendapatkan pencerahan mengenai apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan terkait dengan pengembangan usaha mineral dan panas bumi. Badan Geologi mempunyai peran yang sangat signifikan dalam penyediaan data mineral dan panas bumi di Indonesia.


Penulis: Seny Soniaty
Editor : Titan Roskusumah
 
 

<Berita Terkini>