Mengemas Informasi Geologi Untuk Publik

Derasnya arus informasi yang menerpa kita, memaksa kita untuk lebih memilah dengan bijaksana informasi bagaimana yang akan dikonsumsi. Dalam memilah informasi itu tentu saja hal yang menjadi daya tarik pengguna informasi untuk pertama kalinya adalah kemasan yang baik dan menarik.
 
Informasi di bidang Geologi haruslah dikemas dengan metode penulisan dan pengambilan gambar dengan cara dan teknik yang tepat. Para pegawai Badan Geologi dituntut untuk memiliki kemampuan yang lebih dalam mengabadikan peristiwa baik itu bentuk tulisan maupun gambar. Tuntutan pekerjaan di lapangan yang sebagian besar memerlukan pendokumentasian yang baik sehingga bisa disebarluaskan informasinya kepada masyarakat.
 
Dengan pertimbangan inilah maka Badan Geologi mengadakan workshop bagaimana mengemas informasi geologi baik secara teknik dan seni fotografi maupun dalam hal penulisannya. Acara dilaksanakan pada Rabu 29/11/2017 di Auditorium Geologi Bandung. Dengan melibatkan narasumber dari fotografer profesional yang sudah biasa terlibat dalam edukasi geologi yaitu Ronald Agusta dan Deni Sugandi dengan moderator dosen dari salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung yaitu T. Bachtiar.

mengemasinformasigeologiuntukpublik
Narasumber dan moderator dalam diskusi mengenai kemasan informasi geologi untuk publik
   
Pengemasan informasi adalah kegiatan yang dimulai dari menyeleksi berbagai informasi dari sumber yang berbeda, mendata informasi yang relevan, menganalisis, mensintesa, dan menyajikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pemakai. Informasi yang dikemas kembali memberi kemudahan dalam penyebaran informasi dan temu kembali informasi. Untuk membuat suatu kemasan informasi yang baik, harus didukung oleh informasi penting yang cukup atau memadai.
 
Menurut T. Bachtiar, dengan kondisi banjir informasi saat ini, maka yang harus diperhatikan adalah waktu dan kualitas foto maupun tulisan. Badan Geologi mempunyai keunggulan dalam berbagai bidang pekerjaan seperti saat ini dengan meletusnya Gn. Agung, 24 jam memantau kondisi letusan seharusnya informasi yang disampaikan bisa lebih terkini daripada pihak lain. Tetapi kenyataannya hal ini bisa terhambat karena adanya birokrasi yang berjenjang sehingga kekinian suatu berita menjadi hilang dan akhirnya terlambat memberitakan pada masyarakat.

mengemasinformasigeologiuntukpublik1
T. Bachtiar memandu acara sekaligus memberi tips cara menulis yang baik
   
Ronald Agusta membahas bagaimana peran media dalam pengembangan geowisata. Edukasi geologi di Ciletuh ini dikemas dalam berbagai bentuk media baik itu website, media sosial maupun media lainnya. Informasi yang disampaikan kepada publik tidak cukup sekali tapi terus menerus agar terpatri di benak masyarakat sehingga informasi bisa dimengerti. Informasi edukasi geologi pun bisa dikemas dalam bentuk event yang bertepatan dengan hari besar sehingga bisa melibatkan publik. Ketika memberikan informasi disampaikan dari sebelum acara, ketika acara maupun sesudah acara dengan melibatkan semua pihak. Setiap orang yang terlibat di ciletuh memiliki media sosial baik yang sifatnya resmi maupun pribadi dan bersama-sama menyampaikan informasi seputaran geowisata ciletuh.

mengemasinformasigeologiuntukpublik2
Peran Media dalam Pengembangan Geowisata oleh Ronald Agusta
   
Priatna Kepala Sub Bagian Humas dan Kerjasama Sekretariat Badan Geologi menampilkan bagaimana mengemas informasi tentang Aceh dalam bentuk video yang diambil dengan menggunakan kecanggihan teknologi. Informasi geologi yang dimiliki Aceh bisa termaktub dalam video dengan gambar dan narasi yang menarik. Terjadinya banjir informasi, menyebabkan pemakai informasi kesulitan dalam memilih dan mendapatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Para pemakai menuntut layanan informasi siap pakai yang cepat, tepat dan mudah. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan membuat kemasan informasi. Untuk menentukan bentuk kemasan informasi yang akan disusun, perlu diketahui kebutuhan informasi bagi pemakai informasi, target pemakai, dan cara pemasarannya. Pemakai informasi membutuhkan informasi segera, tepat, dan mudah, tetapi dihadapkan kepada beberapa permasalahan, yaitu: banjir informasi, informasi yang disajikan tidak sesuai, kandungan informasi yang diberikan kurang tepat, jenis informasi kurang relevan, bahkan ada juga informasi yang tersedia namun tidak dapat dipercaya.

mengemasinformasigeologiuntukpublik3
Priatna Kasubag Humas dan Kerjasama dalam menyampaikan materi mengenai pengembangan geowisata di Aceh
       
Ilmu mengenai kamera, bagaimana mengambil gambar secara teori fotografi dibahas secara tuntas oleh Deni Sugandi. Menurut Deni, kamera tidak perlu canggih karena semua tergantung pada manusianya sendiri. Tugas fotografer itu memunculkan informasi, membingkai peristiwa dalam benak kita kemudian membuat komposisi dan menentukan angle yang tepat. Konteks, imajinasi tergantung kita bagaimanapun canggihnya kamera apabila tidak tepat dalam mengambil gambar dan momen maka hasilnya tidak maksimal.
 
Dalam penulisan berita mengiringi suatu gambar maka diperlukan rumus dasar pemberitaan. Hanya berpegang pada apa, siapa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana.  Menulis dan memotret bisa dilakukan kapan saja dimana saja dan kondisi bagaimana saja. Sesuai minat dan kompetensi dalam memotret dan menulis harus mempunyai makna dan terpenting sudut pandang yang tepat. Hasil tulisan dan foto dari pekerjaan kita bisa dipublikasikan melalui media sosial maupun website sehingga bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat luas.
 
Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan informasi ini, perlu dibuat kemasan informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Kemasan informasi yang diberikan harus mempunyai nilai, yaitu: apabila informasi tersebut dapat mendukung pelaksanaan kegiatan secara efektif dan efisien.

mengemasinformasigeologiuntukpublik4
Deni Sugandi yang mengupas tuntas kamera dan teknik pengambilan gambar

Kemampuan tersebut tidak hanya mengenal kamera secara global, melainkan juga kita dituntut mampu mengoperasikan kamera sebagai salah satu cara untuk peningkatan kompetensi pengetahuan dalam bidang fotografi. Selain itu sebenarnya banyak yang masih memiliki pengetahuan minim sekali tentang komponen-komponen yang ada dalam kamera.
 
Marilah membudayakan menulis dan mendokumentasikan setiap peristiwa dalam kehidupan kita terutama bagi pegawai Badan Geologi dalam setiap pekerjaannya sehingga output pekerjaan dapat terinformasikan secara cepat kepada publik.
   
Penulis: Titan Roskusumah
   

<Berita Terkini>