Laporan Kebencanaan Geologi 02 Desember 2017 (06:00 Wib)

I. SUMMARY: 

Hari ini, Sabtu 02 Desember 2017, Bencana Geologi yang terjadi sbb:

1. Gunung Api
 
G. Agung (Bali):
Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka pada tanggal 27 November  2017 pukul 06.00 WITA status G. Agung dinaikkan dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas). Dari kemarin hingga hari ini secara visual gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna kelabu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian sekitar 2000 m di atas puncak condong kearah tenggara, timur, dan timurlaut. Pada malam hari teramati sinar api dari lava pijar di kawah puncak. Pada hari ini tidak terjadi erupsi letusan. Terekam tremor over scale pada pukul 16:42 WITA selama 34 menit.Rekaman seismograf Tanggal 1 Desember 2017 tercatat:- 16 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB)- 7 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA)- Nihil Gempa Tektonik Lokal- Nihil Gempa Letusan- Low Frequency 1 kali.- Hembusan 1 kali.- Tremor menerus dengan amplitudo 1-23 mm dominan 1 mm.
Tanggal 02 Desember 2017 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:- 2 kali Gempa Hembusan- 6 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB)- 2 kali Gempa Vulkanik Daalam (VA)- Nihil Tektonik Lokal.- Tremor menerus dengan amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm)
Rekomendasi:
Masyarakat disekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah G. Agung dan di seluruh area di dalam radius 8 km dari kawah G. Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 10 km dari kawah G. Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yg paling aktual/terbaru.
VONA:
Terakhir terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 29 November 2017 Pukul 06:45 WITA, terkait hembusan abu vulkanik menerus dengan ketinggian abu 5142 m di atas permukaan laut atau 2000 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah tenggara.

G. Sinabung (Sumatera Utara):
Tingkat aktivitas Level IV (AWAS). Sinabung (2460 m dpl) dari kemarin sampai pagi ini visual gunungapi teramati jelas sebagian namun umumnya tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati karena gunung tertutup kabut. Angin bertiup lemah-sedang ke arah selatan dan barat. Melalui rekaman seismograf tercatat 3 kali erupsi letusan dan 55 gempa guguran. Secara visual tinggi kolom abu tebal tekanan sedang  teramati 700 m. Guguran lava juga teramati sejauh 500-1000 m meluncur ke lereng arah selatan, tenggara, timur. Erupsi tidak disertai oleh awan panas guguran.
Bendungan di Sungai Laborus terbentuk akibat penumpukan endapan awan panas masih berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol.
Rekomendasi:
- Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.
- Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.
VONA:
Terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 01 Desember 2017 Pukul 17:07 WIB, terkait letusan dengan ketinggian 700 m dari puncak stau 3160 m dari permukaan laut. Kolom abu condong ke timur.

G. Dukono (Halmahera):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Dukono (1229 m dpl) mengalami erupsi menerus. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi teramati jelas hingga tertutup kabut. Angin bertiup lemah ke arah timur-tenggara. Melalui rekaman seismograf terekam Tremor menerus dengan amplitudo 0,5-10 mm (dominan 2 mm). Secara visual teramati 2 kali erupsi dengan kolom abu erupsi tebal berwarna putih keabuan tekanan sedang mengepul menerus mencapai ketinggian 300-400 m di atas puncak. Terdengar bunyi gemuruh lemah di Pos Dukono yang berjarak 10 km di utara puncak.
Rekomendasi:
Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.
VONA:
Terakhir tercatat kode warna ORANGE, terbit 30 Nopember 2017 pukul 07:37 WIT, terkait letusan dengan ketinggian abu 1629 m di atas permukaan laut atau 400 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah timur.

G. Ibu (Halmahera):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). G. Ibu (1340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus. Secara visual teramati hembusan asap kawah berwarna putih - kelabu bertekanan lemah - sedang dengan ketinggian 300-600 m diatas puncak. Angin bertiup ke arah utara-selatan. Melalui rekaman seismograf pada Tanggal 01 Desember 2017 tercatat:- 100 kali gempa letusan- 78 kali gempa Hembusan- 29 kali gempa Tremor Harmonik
Rekomendasi:
Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu
VONA:
Terakhir tercatat kode warna ORANGE, terbit 28 Agustus 2017 pukul 06:12 WIT, terkait letusan dengan ketinggian abu 1725 m di atas permukaan laut atau 400 m di atas puncak, kolom abu condong ke arah Utara.

G. Ili Lewotolok (Lembata NTT):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). G. Ili Lewotolok (1319 m dpl) sering mengalami krisis kegempaan yang berkaitan erat dengan kegiatan tektonik lokal di bagian utara gunungapi. Secara visual dari kemarin sampai pagi ini gunungapi tertutup kabut. Asap kawah putih tipis. Angin bertiup lemah ke arah timur. Melalui rekaman seismograf pada 01 Desember 2017 tercatat:- 34 kali Gempa Hembusan- 1 kali Tremor Non Harmonik.- Nihil Gempa Tornilo.- 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal- Nihil Gempa Vulkanik Dalam- 1kali Tektonik Lokal
Rekomendasi:
Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km dari kawah puncak.
VONA:
Terakhir tercatat kode warna YELLOW, terbit 09 Oktober 2017 pukul 09:26 WIT, terkait hembusan asap kawah putih tipis mencapai ketinggian 1923 m dari permukaan laut atau 500 m dari puncak. Angin bertiup ke barat.
Untuk Gunungapi status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

2. Gerakan Tanah
 
Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah di Indonesia pada bulan Desember  2017 yang dibandingkan bulan  November  2017,  menunjukan peningkatan  potensinya dan semakin meluas  di  seluruh wilayah Indonesia. Kewaspadaan tinggi terhadap potensi  peningkatan kejadian gerakan tanah utamanya di wilayah jawa  mengingat  pertumbuhan penduduk  dan alih fungsi lahan yang  cukup masif di wilayah ini dibanding wilayah lain di luar jawa.
Gerakan Tanah terakhir terjadi : 
1. Kota Lhokseumawe , Provinsi Aceh.
2. Kabupaten Indramayu, Provinsi  Jawa Barat.
3. Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu.
4. Kabupaten Bireun, Provinsi  Aceh.
5. Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur

Penyebab:
Gerakan tanah ini diperkirakan disebabkan oleh jalan dan pemukiman di dekat kemiringan lereng, tingkat pelapukan yang tinggi, erosi sungai, serta dipicu oleh curah hujan yang tinggi sebelum dan pada saat terjadinya gerakan tanah.
Dampak
1. Gerakan tanah / tanah longsor  di Desa Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe Kota Lhokseumawe , Provinsi Aceh informasi  pada  Jumat (1/12/2017) malam mengakibatkan  tiga rumah warga rusak 
2. Gerakan tanah / tanah longsor pada Tanggul Sungai Cimanuk yang berada di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat,  mengakibatkan empat bangunan grip patah atau rusak.3. Gerakan tanah / tanah longsor  di pagar beton sepanjang 7 meter rumah  Warga RT 14 flamboyan 5 Nusa Indah Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu  mengakibatkan  satu rumah rusak 4. Gerakan tanah / tanah longsor pada  bantaran pinggir sungai di  Pandrah Kandeh, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, Aceh ambruk, Jumat (1/12/2017 saat subuh mengakibatkan  Ambruknya dua rumah.5. Gerakan tanah / tanah longsor di ruas jalan kabupaten jalur simpang Ladok (Desa Rana Mbeling)-Ko’it (Desa Golo Nderu), tepatnya di Wae Ghera wilayah Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT mengakibatkan aktivitas ekonomi warga Golo Nderu terhambat.

Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini.  Masyarakat dapat mengunduh melalui www.vsi.esdm.go.id.


3. Gempa Bumi

Gempa bumi di Maluku Tenggara Barat, Maluku
Informasi Gempa Bumi:
Gempa bumi terjadi pada hari Jumat, 1 Desember 2017, pukul 07:06:13 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG, pusat gempa bumi terletak pada koordinat 130.29° BT dan 6.39° LS, dengan kekuatan 5,1 SR pada kedalaman 141 km, berjarak 173 km barat laut Maluku Tenggara Barat, Maluku.
Penyebab gempa bumi:
Diperkirakan disebabkan oleh aktivitas zona penunjaman di Laut Banda. 
Dampak gempa bumi:
Belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami.
Rekomendasi:(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. 
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempabumi susulan.


II. DETAIL
 
1. Gunung Api
 
Dari 127 Gunungapi Aktif di Indonesia, 69 gunung dipantau secara menerus 24 jam/hari. Status saat ini : 
a. 2 gunung api status AWAS/Level IV, yaitu G. Sinabung sejak 2 Juni 2015*, Sumut; serta G. Agung sejak 27 November 2017.b. Sebanyak 18 gunung api Status Waspada/Level II (Marapi, Kerinci, Dempo*, Anak Krakatau, Semeru, Bromo, Rinjani, Sangeangapi, Rokatenda, Soputan, Lokon, Karangetang, Gamalama, Gamkonara, Ibu*, Dukono*, Lewotolok* dan Banda Api); 
c. Sisanya 49 gunung api: Status NORMAL/Level I.

Gunungapi Agung (Bali).
Pengamatan visual G. Agung dari Pos PGA Agung di Rendang menunjukkan penurunan sejak tanggal 20 Oktober 2017 dengan asap dari bibir kawah hingga setinggi 50-500. Sejak 20 Oktober 2017 kegempaan yang terekam oleh seismograf terus menurun jumlahnya, terutama jenis gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan gempa Tektonik Lokal (TL). Pola perubahan energi seismik untuk periode krisis Gunung Agung juga mengindikasikan penurunan dan mengalami percepatan yang semakin lambat dan cenderung mengarah ke fase relaksasi. Pemantauan secara visual dengan menggunakan drone yang dilakukan pada tanggal 29 Oktober 2017 menunjukkan aktivitas hembusan gas di dalam kawah relatif menurun intensitasnya dibanding hasil pemantauan pada 20 Oktober 2017. Pemantauan termal dengan menggunakan citra satelit Sentinel-2, Intesitas anomali termal pada bulan Oktober 2017 cenderung menurun dibanding dengan bulan September 2017. Citra Satelit ASTER TIR juga mengindikasikan adanya penurunan luas area panas di dalam Kawah Gunung Agung. Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka pada tanggal 29 Oktober 2017 pukul 16.00 WITA status G. Agung diturunkan dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga). Sehubungan dengan peningkatan kembali aktivitas vulkanik G. Agung secara signifikan secara visual maupun instrumental, maka pada 27 November 2017 pukul 06:00 WITA tingkat aktivitasnya dinaikkan kembali dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV).Dari kemarin hingga hari ini secara visual gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna kelabu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian sekitar 2000 m di atas puncak condong kearah tenggara, timur, dan timurlaut. Pada malam hari teramati sinar api dari lava pijar di kawah puncak. Hari ini tidak terjadi letusan. Terekam juga tremor over scale pada pukul 16:42 WITA selama 34 menit.Rekaman seismograf Tanggal 01 Desember 2017 tercatat:- 16 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB)- 7 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA)- Nihil Gempa Tektonik Lokal- Nihil Gempa Letusan- Tremor menerus dengan amplitudo 1-23 mm dominan 1 mm
Tanggal 02 Desember 2017 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:- 2 kali Gempa Hembusan- 6 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB)- 2 kali Gempa Vulkanik Daalam (VA)- Tremor menerus dengan amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm)
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Agung terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Karangasem tentang penanggulangan bencana erupsi Agung.

Gunungapi Sinabung (Sumatera Utara).
Kegiatan Gunungapi Sinabung Sumatera Utara yang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia saat ini, kegiatan erupsi masih berlangsung sejak Tahun 2013. Statusnya saat ini adalah Level IV (Awas). Dari kemarin sampai pagi ini visual gunungapi teramati jelas sebagian namun umumnya tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Angin bertiup lemah-sedang ke arah selatan dan timur. Melalui rekaman seismograf tercatat 3 kali erupsi letusan dan 55 gempa guguran. Secara visual tinggi kolom abu teramati 700 m dari puncak. Teramati guguran lava sejauh 500-1000 m ke arah selatan, tenggara dan utara. Erupsi tidak disertai awan panas guguran.
Hasil pengukuran volume kubah lava yang dilakukan terakhir kali pada tanggal 13 November 2017 pukul 07:21 WIB dan yang berpotensi menjadi awan panas guguran dan guguran lava adalah sekitar 1,68 juta m3.
Terjadi pembendungan Sungai Laborus oleh endapan awan panas sejak tanggal 10 April 2017 yang lalu meluncur sejauh 3,5 km dan luncuran awan panas Tanggal 02-03 Agustus 2017 sejauh 4,5 km ke lereng Tenggara dan Timur mencapai Sungai Laborus. Pemeriksaan terakhir Tanggal 28 April 2017 dan pasca luncuran awan panas 02 Agustus  2017 menunjukkan ukuran (lebar, panjang, dan luas) Danau Laborus bertambah  besar. Pebendungan membentuk danau yang berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol karena tidak kuat menahan volume air.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus mengirimkan Tim Tanggap Darurat ke Sinabung untuk memperkuat kegiatan pemantauan secara menerus 24 jam per hari, berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan setempat (BPBD, TNI, POLRI), maupun melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat setempat.
Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

Gunungapi Dukono (Halmahera).
Gunungapi Dukono di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya cukup berarti hanya di sekitar kawah puncak dan sebaran abu di udara yang dapat mengganggu penerbangan. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi teramati jelas hingga tertutup kabut. Angin bertiup lemah ke arah tenggara dan timur. Melalui rekaman seismograf terekam Tremor menerus dengan amplitudo 0,5-10 mm (dominan 2 mm). Secara visual teramati 2 kali erupsi dengan kolom abu erupsi tebal berwarna putih keabuan tekanan sedang mengepul menerus mencapai ketinggian 300-400 m di atas puncak. Terdengar bunyi gemuruh lemah di Pos Dukono yang berjarak 10 km di utara puncak.
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Dukono terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Halmahera Utara tentang penanggulangan bencana erupsi Dukono.

Gunungapi Ibu (Halmahera).
Gunungapi Ibu di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya sejak tahun 2000 menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya primer utamanya berada di sekitar puncak dan arah sektoral ke arah bukaan kawah Utara, ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di sekitar puncak G. Ibu, serta sebaran abu di udara yang dapat mengganggu penerbangan. Secara visual teramati hembusan asap kawah berwarna putih kelabu bertekanan lemah - sedang dengan ketinggian 300-600 m diatas puncak. Angin bertiup ke arah utara-selatan. Melalui rekaman seismograf pada Tanggal 01 Desember 2017 tercatat:- 100 kali Gempa Letusan- 78 kali Gempa Hembusan- 29 kali Gempa Tremor Harmonik
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Ibu terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan Ibu dan BPBD Kabupaten Halmahera Barat tentang penanggulangan bencana erupsi Ibu.

Gunungapi Ili Lewotolok (Lembata NTT).
Gunungapi Ili Lewotolok di Pulau Lembata merupakan salah satu gunungapi aktif di Nusa Tenggara Timur. Karakteristik erupsi sejak Tahun0 1660-1920 adalah erupsi tipe letusan bersifat vulkanian dari kawah puncak. Kegiatan vulkanik setelah Erupsi 1920 adalah krisis kegempaan vulkanik tanpa diikuti erupsi. Ili Lewotolok sering mengalami krisis Kegempaan yang selalu berkaitan dengan kegiatan tektonik lokal baik terasa maupun tidak terasa di bagian utara gunungapi. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya primer awan panas utamanya  berada di dalam radius 4 km dari puncak dan arah sektoral sejauh 6 km ke arah baratdaya, selatan, dan timurlaut. Bahaya lahar di daerah aliran sungai yang bermuara ke baratdaya dan selatan.Dari kemarin sampai pagi ini gunungapi tertutup kabut. Tinggi asap kawah putih tipis 25-30 m dari puncak. Angin bertiup lemah ke arah timur. Melalui rekaman seismograf pada 01 Desember 2017 tercatat:- 34 kali Gempa Hembusan- Tremor Non Harmonik 1 kali.- Nihil Gempa Tornilo- 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal- Nihil Gempa Vulkanik Dalam- 1 kali Tektonik Lokal.

Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan  dan BPBD Kabupaten Lembata tentang penanggulangan bencana erupsi Lewotolo.

Informasi mengenai abu vulkanik erupsi/letusan gunungapi Indonesia yg berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan disampaikan melalui email VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan menggunakan aplikasi MAGMA Indonesia ((https://magma.vsi.esdm.go.id) ke stakeholders nasional maupun internasional:
- Dirjen Perhubungan Udara-Kemenhub,
- BMKG, 
- Air Nav, 
- Air Traffic Control, Airlines,
- VAAC Darwin, 
- VAAC Tokyo, 
- dll
VONA terakhir yang terkirim:
(1) G. Agung, Bali.VONA terakhir terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 29 November 2017 Pukul 06:45 WITA, terkait hembusan abu vulkanik menerus dengan ketinggian abu 5142 m di atas permukaan laut atau 2000 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah tenggara.
(2) G. Sinabung, Sumatera Utara.VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 01 Desember 2017 Pukul 17:07 WIB, terkait  letusan tinggi kolom abu 700 m dari puncak atau 3160 m dari permukaan laut. Kolom abu condong ke timur.
(3) G. Dukono, Maluku Utara.VONA Terakhir tercatat kode warna ORANGE, terbit 30 Nopember 2017 pukul 07:37 WIT, terkait letusan dengan ketinggian abu 1629 m di atas permukaan laut atau 400 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah timur.
(4) G. Ibu, Maluku Utara.VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit tanggal 28 Agustus 2017 pukul 06:12 WIT terkait dengan erupsi yg disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1725 m di atas permukaan laut atau 400 m dari puncak, kolom abu bergerak mengarah ke Utara.
(5) G. Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur.VONA terakhir terkirim dengan kode warna YELLOW, terbit tanggal 9 Oktober 2017 pukul 06:12 WIT terkait dengan hembusan asap putih tipis mencapai ketinggian 1923 m dari permukaan laut dan 500 m dari puncak. Angin ke arah barat. Emisi abu belum teramati.

Kegiatan gunungapi lain yg di atas NORMAL sampai pagi ini belum diikuti tanda-tanda peningkatan kegiatan.

2. Gerakan Tanah
 
Dibandingkan  bulan November     2017 , pada bulan Desember   2017 , gerakan tanah / tanah longsor    akan  berpotensi meluas di seluruh di wilayah Indonesia mulai dari  Pulau Sumatra , Jawa , Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara,  Maluku dan  Papua. Wilayah Indonesia yang  secara umum berpotensi  tinggi  dan perlu ditingkatkan kewaspadaannya  utamanya di daerah perbukitan, pegunungan,  wilayah jalur jalan dan sepanjang aliran sungai  utamanya wilayah Sumatera bagian Barat dan Tengah, Wilayah Jawa bagian  Barat dan Tengah dan Timur, Bali , Kalimantan bagian Barat , Selatan,  Tengah, Timur dan Utara, Sulawesi bagian Selatan, Barat , Utara, Tengah dan Tenggara , Nusa Tenggara ,Selatan, Tengah  dan Utara, Maluku  , dan wilayah Papua. 
Kejadian Gerakan Tanah / tanah longsor dalam 1 minggu terakhir  terjadi di:
1. Kota Lhokseumawe , Provinsi Aceh*, 
2. Kabupaten Indramayu, Provinsi  Jawa Barat*, 
3. Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu*, 
4. Kabupaten Bireun, Provinsi  Aceh*, 
5. Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur*, 
6. Kabupaten Pacitan, Provinsi  Jawa Timur, 
7. Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah,
8. Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat,
9. Provinsi  Daerah Istimewa Yogyakarta,   
10. Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 
11. Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 
12. Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur,
13. Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat,
14. Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat,
15. Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat,
16. Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah,
17. Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.
18. Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,
19. Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah,
20. Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur.
21. Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah,
22. Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat,
23. Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, 
24. Kabupaten  Wonogiri, Jawa Tengah, 
25. Kabupaten  Lebak, Provinsi Banten, 
26. Kabupaten. Kulon Progo, DI Yogyakarta, 
27. Kota Sungaipenuh, Provinsi Jambi, 
28. Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 
29. Kota Yogyakarta, DIY, 
30. Kabupaten Jember,  Provinsi  Jawa Timur, 
31. Kabupaten Tuban, Provinsi Jatim,
32. Kabupaten Painan, Provinsi Sumatera Barat,
33. Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat,
34. Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara,   
35. Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 
36. Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, 
37. Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, 
38. Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, 
39. Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, 
40. Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, 
41. Kabupaten Pacitan, Jawa Timur,
42. Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, 
43. Kota Padang, Sumatera Barat, 
44. Kabupaten Solok, Sumatera Barat , 
45. Kabupaten Kulonprogo, Provinsi DI Yogyakarta.

*Kejadian Gerakan Tanah   terbaru:

1. Kota Lhokseumawe , Provinsi Aceh
Hujan lebat sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan tanah longsor di Desa Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe informasi  pada  Jumat (1/12/2017) malam. Akibatnya, tiga rumah warga dilaporkan rusak. Sementara di Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, puluhan rumah warga pesisir dihantam ombak laut yang sedang pasang. Informasi diterima, masyarakat sibuk menyelamatkan harta bendanya dan ada juga yang telah mengungsi ke tempat lain.
Sumber :
https://news.detik.com/berita/d-3751715/longsor-di-kota-lhokseumwe-tiga-rumah-rusak
Penyebab diperkirakan akibat kemiringan lereng, tanah yang labil dan dipicuh oleh curah hujan pada sebelum dan dan saat terjadinya gerakan tanah
Rekomendasi:
• Pembersihan material longsoran agar tidak dilaksanakan pada saat dan setelah turun hujan karena dikhawatirkan adanya longsoran susulan yang bisa menimpa petugas kebersihan;
• Warga yang terkena dampak longsor agar mengungsi sementara ke tempat aman dan waspada terhadap wartga yang bermukim di dekat tebing sungai.
• Segera melaporkan jika terjadi gejala gerakan tanah.
• Memasang rambu peringatan rawan longsor;
• Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaca mitigasi bencana gerakan tanah.

2. Kabupaten Indramayu, Provinsi  Jawa Barat
Tanggul Sungai Cimanuk yang berada di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengalami longsor dan amblas, berdasarkan informasi 1 Desember 2017. Sejumlah desa di kecamatan tersebut pun terancam banjir. Longsornya tanggul tersebut disebabkan bagian bawah tangul tergerus putaran arus air banjir sehingga longsor dan amblas. Material longsoran kemudian mengenai grip penahan tanggul yang baru selesai tahap pengerjaan. Empat bangunan grip patah atau rusak.
Sumber : 
https://news.okezone.com/read/2017/12/01/525/1823752/tanggul-sungai-cimanuk-longsor-sejumlah-desa-di-indramayu-terancam-banjir
Penyebab diperkirakan  erosi sungai pada tanggul, tanah pelapukan yang labil dipicuh curah hujan sebelum dan saat terjadinya gerakan tanah
Rekomendasi :
• Masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi seperti banjir yang dapat mengakibatkan gerakan tanah susulan.
• Perbaikan pada tanggul agar segera dilakukan.
• Memasang rambu rawan longsor.
• Masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah / BPBD  setempat
3. Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu
Pagar beton sepanjang 7 meter di kediaman Ziko (31) Warga RT 14 flamboyan 5 Nusa Indah ambruk di ketinggian 5 meter pada tanggal 1 Desember 2017. Disinyalir, pagar rumah ambruk lantaran tanah tebing penyangga pagar longsor tergerus air hujan. Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, namun material pagar dan tanah menutupi atap rumah bedeng 4 pintu milik Hamdan Wahab (49) Warga Cimanuk yang berada tepat di sisi kiri rumah korban. Akibat peristiwa ini, korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Sumber :
http://pedomanbengkulu.com/2017/12/longsor-pagar-rumah-warga-flamboyan-ambruk/
Penyebab diperkirakan akibat kemiringan lereng, tanah yang labil, dipicuh oleh erosi oleh curah hujan yang tinggi sebelum dan saat terjadi longsor
Rekomendasi :
• Menata drainase di sekitar lokasi tersebut untuk mengurangi potensi longsor.
• Masyarakat di sekitar daerah tersebut agar tetap waspada.
• Membersihkan material longsor yang menutupi area di sekitarnya.
• Masyarakat agar mengikuti arahan dari BPBD dan pemerintah setempat.

4. Kabupaten Bireun, Provinsi  Aceh
Akibat amblasnya tebing sungai, dua unit rumah warga Pandrah Kandeh, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, Aceh ambruk, Jumat (1/12/2017). Namun tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Ambruknya kedua rumah tersebut terjadi saat subuh setelah bantaran pinggir sungai longsor digerus hujan yang mengguyur Kabupaten Bireuen sejak beberapa hari belakangan ini. dua unit rumah yang ambruk tersebut masing-masing milik  Ahmad Khalil (37), dengan jumlah tanggungan dua anak serta seorang istri . Sementara itu, sepanjang tanggul di aliran Krueng Pandrah juga ambruk setelah banjir melanda kawasan itu sejak tadi malam.
Sumber : 
https://www.goaceh.co/berita/baca/2017/12/01/longsor-2-rumah-warga-pandrah-bireuen-ambruk/#sthash.IkJo7t7U.dpbs
Penyebab diperkirakan , rumah dibangun didekat tebing sungai, tanah yang labil, erosi sungai dan dipicuh oleh curah hujan yang tinggi sebelum dan saat terjadinya gerakan tanah.
Rekomendasi :
• Perbaikan pada tanggul agar segera dilakukan.
• Agar melakukan penguatatan lereng.
• Masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD dan pemerintah setempat.

5. Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur
Bencana longsor melanda wilayah Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Longsor terjadi di ruas jalan kabupaten jalur simpang Ladok (Desa Rana Mbeling)-Ko’it (Desa Golo Nderu), tepatnya di Wae Ghera.Bencana ini terjadi pada Kamis (30/12/2017) sore hingga malam karena hujan yang terus mengguyuri wilayah itu. Akibat bencana longsor itu, aktivitas ekonomi warga Golo Nderu terhambat.
Sumber :
https://www.florespost.co/2017/12/01/longsor-di-wae-ghera-kota-komba-bpbd-matim-segera-ke-lokasi/
Penyebab diperkirakan  akibat kemringan lereng terjal, tanah pelpukan yang labil dan dipicuh oleh curah hujan yang terjadi sebelum dan saat terjadinya gerakan tanah.
Rekomendasi :
• Masyarakat dan pengguna jalan harus waspada bila melalui jalan ini, terutama pada waktu dan setelah hujan;
• Segera membersihkan material longsoran yang menutupi badan jalan agar dapat dilalui kembali. Pembersihan material longsoran agar tidak dilaksanakan pada saat dan setelah turun hujan karena dikhawatirkan adanya longsoran susulan yang bisa menimpa petugas kebersihan;
• Memasang rambu peringatan rawan longsor;
• Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaca mitigasi bencana gerakan tanah.


Rendang, Bali, 02 Desember 2017
PVMBG Badan Geologi, KESDM
Kasbani