Badan Geologi Eksplorasi Batuan Pembawa Kalium Untuk Mendukung Program Prioritas Nasional Ketahanan Pangan

Indonesia memiliki potensi yang cukup besar dalam hal keterdapatan mineral bukan logam yang memiliki begitu banyak kegunaan, salah satunya adalah sebagai pendukung ketahanan pangan. Mineral bukan logam yang berpotensi sebagai pendukung ketahanan pangan di antaranya adalah dolomit, fosfat, batuan pembawa kalium, dan batugamping.

Tiga bahan paling utama dalam pertumbuhan tanaman yaitu Nitrogen, Phospat dan Kalium. Pupuk alami maupun pupuk pabrik mengandung tiga bahan tersebut. Dari analisis pasar pupuk berbahan baku kalium sangat diperlukan. Batuan pembawa kalium dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk kalium alam. Kalium terdapat dalam jumlah yang relatif banyak pada sebagian besar tanah. Di daerah tropis seperti di Indonesia, kalium mudah hilang karena penguraian dan pencucian akibat curah hujan dan temperatur yang tinggi.

 gbr1

Batuan pembawa Kalium di Desa Medani Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati, Jawa Tengah (25/4/2018)

Berdasarkan data Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia dalam pembuatan pupuk NPK kita masih mengimpor Kalium sebagai bahan bakunya. Guna mengurangi impor kalium dan menyediakan produk pupuk kalium yang terjangkau oleh masyarakat diperlukan upaya eksplorasi yang terus menerus untuk menemukan daerah prospek baru di seluruh Indonesia.

Badan Geologi melalui Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) telah melakukan eksplorasi untuk mengungkap potensi batuan yang mengandung Kalium pada tahun 2015, 2016 dan 2017 di wilayah Gunung Muria meliputi tiga Kabupaten yaitu Jepara, Pati, dan Kudus. Untuk Kabupaten Pati diperkirakan terdapat 665,37 juta Ton batuan yang mengandung Kalium dengan kualitas lebih tinggi dibanding kedua kabupaten lainnya, dengan kandungan K2O berkisar antara 1,92% s.d. 8,79 % berat.

 gbr2

Kepala Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi, Iman Sinulingga Meninjau Lokasi Eksplorasi batuan pembawa Kalium dengan cara pengeboran di Desa Medani Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati, Jawa Tengah

Kegiatan eksplorasi umum batuan yang mengadung Kalium di Pati dilakukan dengan cara pengeboran dengan maksud untuk menentukan sumber daya tertunjuk serta kualitas batuan yang mengandung Kalium sampai kedalaman 30 Meter. Hasil pengeboran nantinya akan ditindaklanjuti dengan pengujian di Laboratorium guna memastikan layak tidaknya untuk dilakukan Eksploitasi. Dengan proses pengolahan yang sangat sederhana dan murah, batuan yang mengandung Kalium tersebut dapat langsung dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman.

 

 gbr3

Data Import Pupuk Indonesia

Diharapkan potensi batuan pembawa kalium di daerah ini dapat menjadi alternatif pengganti pupuk Kalium (NPK) yang selama ini masih diimpor. Batuan pembawa Kalium diharapkan berdampak terhadap peningkatan produktivitas pertanian sehingga bisa meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi beban pemerintah dengan cara mengurangi beban devisa negara.

 

 

Penulis: Dedy Hadiyat dan Lilies Marie