Bumi Dan Citarum Kini

Dalam rangka memperingati hari bumi 2018, Museum Geologi mengadakan seminar Day & Night at The Museum mengenai "Bumi dan Citarum Kini" pada Sabtu, 28 April 2018 di Auditorium Museum Geologi Bandung. Acara dibuka oleh Kepala Badan Geologi, Rudi Suhendar dan dihadiri oleh Pangdam III Siliwangi, Mayjen besar Harto Karyawan, Ketua Museum Care dan Guru Besar FSRD ITB, Setiawan Sabana, Irma Hutabarat (Citarum Care/Vetiver Indonesia), Budhi Gunawan (Departemen Antropologi FISIP Unpad), pemerhati lingkungan dan Mahasiswa.

 gbr1

Pejabat Struktural di lingkungan Badan Geologi berfoto bersama dengan pengisi acara seminar Bumi dan Citarum kini (28/04/2018).

Dalam sambutannya, Rudy Suhendar mengatakan “Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang semua benda, daya, keadaan dan mahluk hidup yang mempengaruhi kehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Oleh karena itu kelestarian dan keseimbangan alam perlu dipertahankan agar senantiasa memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia ke taraf hidup yang lebih baik.”

 gbr2

Kepala Badan Geologi menyampaikan pidato sambutan pada pembukaan Seminar.

Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian, penyelidikan dan pelayanan di bidang sumber daya geologi, vulkanologi dan mitigasi bencana geologi, air tanah dan geologi lingkungan yang menjadi tugas utama yang harus dilaksanakan dan disinergikan dengan semua pihak.

Rudi mengatakan, Badan Geologi melalui Museum Geologi berkolaborasi dengan forum independent Museum Care dan Citarum Care merupakan bagian yang tak terpisahkan untuk meramu gagasan dan pemikiran serta bekerjasama dalam mengembangkan program-program kegiatan untuk mendorong museum menjadi pusat penyebarluasan informasi, tempat pembelajaran dan pendidikan ilmu pengetahuan tentang alam, teknologi, seni dan budaya Nusantara. Dengan motto “Smart Museum, Smart People dan Smart Nation” .

Setelah menyampaikan pidato sambutannya Kepala Badan Geologi, Pangdam III Siliwangi, dan Ketua Museum Care melakukan penanaman vetiver sebagai tanda simbolis dari pengembalian fungsi sungai citarum sebagai sumber kehidupan dan peradaban masyarakat.

 gbr3

Penanaman Vetiver sebagai simbolis oleh Pangdam III Siliwangi, Kepala Badan Geologi dan Ketua Museum Care.

Setiawan Sabana dalam Key Note-nya menyampaikan narasi dengan judul Bumi dan Citarum Kini, membahas tentang Museum care, smart museum, smart people , smart nation. Mewujudkan permuseuman Indonesia yang berperan sebagai wahana pendidikan nonformal tentang alam dan kebudayaan.

Setelah musik hari bumi dan pembacaan puisi digelar seminar. Seminar dipandu oleh moderator Heryadi Rachmat dengan menampilkan beberapa narasumber yaitu Pangdam III SIliwangi menyampaikan narasi dengan judul “Kembalikan harum citarum citarum harum” , memaparkan apa yang dilakukan oleh Pasukan Siliwangi dalam upayanya untuk membersihkan sungai citarum dari sampah, pencemaran limbah Industri dan penanaman pohon sebagai usaha mengembalikan fungsi lahan yang gundul.

Irma Hutabarat menyampaikan narasi berjudul memelihara citarum untuk memuliakan air. Sungai adalah urat nadi suatu negeri dan Citarum adalah urat nadi dari Jawa Barat. Irma merintis pembibitan dan penanaman Vetiver, spesies tanaman rumput permanen berdaun kasar yang berasal dari India dengan kelebihan akar yang dalam dan panjang hingga 4 meter, dan memiliki kekuatan akar sama dengan 1/6 kawat baja.

 gbr4

Foto bersama usai acara seminar di Auditorium Museum Geologi.

Budhi Gunawan menyampaikan narasi dengan judul Masyarakat dan Lingkungan DAS menuju citarum yang harum, membahas mengenai Perilaku budaya manusia sekarang tentang menjaga lingkungan. Budhi mengatakan berbagai proyek rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) berakhir dengan kegagalan, salah satu faktor utama kegagalan adalah karena proyek-proyek DAS tersebut (lebih) mengutamakan upaya perbaikan lingkungan pada aspek biofisik dan sangat kurang memberikan perhatian pada aspek sosial ekonomi. Diperlukan pemahaman tentang perilaku manusia dan berbagai faktor sosial yang mempengaruhi pengelolaan DAS, termasuk perencanaan dan implementasi proyek-proyek rehabilitasi DAS.

 

Penulis: Dedy Hadiyat dan Winda Nurdiani