Menggali Potensi Warisan Geologi Di Kawasan Terdepan Indonesia Sebagai Aset Diplomasi Budaya Maritim

Dalam rangka menindaklanjuti Diskusi Terbatas “Kekayaan Alam dan Budaya di Natuna sebagai Aset Diplomasi Budaya Maritim”, di Kementerian Luar Negeri, Pada Tanggal 31 Mei 2018, Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama dengan Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri dan Asisten Deputi Warisan Budaya, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Natuna sebagai upaya dalam menggali potensi sumber daya alam dan budaya untuk dikembangkan melalui berbagai program pembangunan yang inovatif secara terintegrasi untuk kesejahteraan masyarakat.

 gbr1

Pembukaan Acara FKKLN di Aula Kantor Bupati Natuna, dipimpin oleh Wakil Bupati Natuna, Dra Hj Ngesti Yuni Suprapti

Dalam sambutannya Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Luar Negeri, Siswo Prawono menyampaikan bahwa forum ini (FKKLN) bertujuan untuk menggalang kerjasama dalam pengembangan Kepulauan Natuna sebagai aset perbatasan nasional yang strategis melalui program pembangunan kepulauan yang berkelanjutan (Sustainable Island Development Initiative/SIDI), salah satunya dengan mengembangkan sektor pariwisata bahari dikawasan ini, oleh karena itu Kementerian Luar Negeri menggandeng Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk menggali potensi warisan geologi untuk dikembangkan menjadi Geopark Nasional dan mendorong untuk diusulkan menjadi UNESCO Global Geopark.

 gbr2

Kepala Badan Geologi, Berfoto bersama di depan Kantor Bupati Natuna, beserta seluruh rombongan yang hadir.

Kepala Badan Geologi, Ruddy Suhendar, menyambut baik terkait rencana tersebut dan menyampaikan perlunya sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Daerah, Perguruan Tinggi, serta Kementerian/Lembaga terkait dalam pemanfaatan situs warisan geologi untuk pengembangan Geopark. Dari hasil survei, Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, disampaikan bahwa Kepulauan Natuna memiliki potensi warisan geologi untuk dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi kawasan geopark, sampai saat ini setidaknya telah diidentifikasi 9 (sembilan) lokasi situs warisan geologi yang sangat potensial untuk dikembangkan.

gbr3 

Kunjungan ke Alifstone Park, merupakan bentang alam khas pada batuan granit “Tor” , dan sudah dimanfaatkan dan dikelola menjadi destinasi pariwisata.

Melihat dampak positif dari pengembangan Geopark selama ini Badan Geologi mendorong perlunya regulasi yang mengatur untuk mengakselerasi Pengembangan Geopark, disampaikan bahwa pada saat ini sedang disusun Rancangan Peraturan Presiden tentang Geopark, bersama beberapa Kementerian/Lembaga terkait yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

 gbr4

Kunjungan Bersama ke Museum Sri Serindit “Lembaga Kajian Sejarah Maritim”

Ikut serta dalam kunjungan kerja ini, Para Tenaga Ahli dari Pusat Survei Geologi dan Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, dan Prof Mega Rosana, dari Pusat Riset Geopark dan Bencana Geologi, Universitas Padjadjaran, Bandung, yang berbagi pengalaman dalam mengembangakan situs warisan geologi di Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu di Jawa Barat, yang saat ini sudah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark, serta hadir perwakilan dari PT. Siemen Indonesia yang berpengalaman dalam pengembangan teknologi energi baru terbarukan dikawasan pulau – pulau kecil baik untuk pengembangan industri maupun pariwisata (small city development), sebagai upaya untuk membuka peluang kontribusinya dalam program pembangunan berkelanjutan di Kepualaun Natuna.

 gbr5

Kegiatan Diskusi FKKLN di Hotel Harmoni One, Batam

Selain kegiatan diskusi, rombongan juga mengunjungi Alifstone Park, bentang alam khas pada batuan granit “Tor” dan Museum Sri Serindit “Lembaga Kajian Sejarah Maritim”, kedua lokasi tersebut sangat potensial untuk dikembangan menjadi destinasi pariwisata di Kepulauan Natuna.

Penyusun     : Asep Kurnia Permana (Kepala Bidang Geosains)