Laporan Kebencanaan Geologi 28 Desember 2018 (06:00 Wib)

I. Summary

Hari ini, Jumat 28 Desember 2018, Bencana Geologi yang terjadi sbb:

1. Gunungapi


Gunungapi Sinabung (Sumatera Utara):
Tingkat aktivitas Level IV (AWAS). G. Sinabung (2460 m dpl) mengalami erupsi menerus sejak tahun 2013.Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah setinggi 250 meter, berwarna putih, dengan intensitas tipis hingga tebal. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan selatan.
Melalui rekaman seismograf tanggal 27 Desember 2018 tercatat:- 2 kali gempa Hembusan- 1 kali gempa Tornillo- 1 kali gempa Tektonik Jauh
Rekomendasi:- Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km untuk sektor Utara -Barat, 4 km untuk sektor Selatan - Barat, dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan - Tenggara, didalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara - Timur serta didalam jarak 4 km untuk sektor Utara -Timur.- Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar mewaspadai potensi banjir lahar terutama pada saat terjadi hujan lebat.
VONA:VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 22 Juni 2018 pukul 09:06 WIB, terkait letusan dengan ketinggian kolom abu sekitar 3460 m di atas permukaan laut atau sekitar 1000 m di atas puncak, angin bertiup ke arah barat-selatan.

Gunungapi Agung (Bali):
Tingkat aktivitas Level III (Siaga). G. Agung (3142 m dpl) mengalami erupsi sejak 21 November 2017.Dari kemarin hingga pagi ini visual cuaca visual cuaca hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah timurlaut dan timur. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah utama tidak teramati. Melalui rekaman seismograf tanggal 27 Desember 2018 tercatat:- 1 kali gempa Tektonik Lokal- 4 kali gempa Tektonik Jauh
Kegempaan tanggal 28 Desember 2018 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:- 1 kali gempa Vulknaik Dangkal- 1 kali gempa Tektonik Lokal- 1 kali gempa Tektonik Jauh
Rekomendasi:- Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakiaan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung.- Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru.- Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.- Status Level III (Siaga) hanya berlaku di dalam radius 4 km seperti tersebut di atas, di luar area tersebut aktivitas dapat berjalan normal dan masih tetap aman, namun harus tetap menjaga kewaspadaan.
VONA:VONA terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 27 Juli 2018 pukul 14:27 WITA, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu 5142 m di atas permukaan laut atau sekitar 2000 m di atas puncak, angin bertiup ke arah barat.

Gunungapi Soputan (Sulawesi Utara):
Tingkat aktivitas Level III (SIAGA). Gunungapi Soputan (1784 m dpl) mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi tertutup kabut. asap kawah tidak teramati. Angin bertiup lemah hingga kencang ke arah timur dan tenggara.
Melalui rekaman seismograf tanggal 27 Desember 2018 tercatat:- 21 kali gempa Guguran- 4 kali gempa Hembusan
Tanggal 28 Desember 2018 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:Nihil
Rekomendasi:Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 4 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 6,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman guguran lava dan awan panas guguran
VONA:VONA terkirim kode warna RED, terbit tanggal 16 Desember 2018 pukul 05:54 WITA, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu maksimum 8809 meter di atas permukaan laut atau sekitar 7000 meter di atas puncak.

Gunungapi Karangetang (Sulawesi Utara):
Tingkat aktivitas Level III (SIAGA). G. Karangetang (2460 m dpl) kembali memasuki periode erupsi sejak 25 November 2018.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timurlaut dan timur. 
Melalui rekaman seismograf tanggal 27 Desember 2018 tercatat:- 33 kali gempa Hembusan- 10 kali gempa Harmonik
Tanggal 28 Desember 2018 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:- 13 kali gempa Hembusan
Rekomendasi:- Masyarakat di sekitar G. Karangetang dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam radius 2.5 km dari Kawah 2 (kawah utara) dan Kawah Utama (kawah Selatan) ke arah Utara-Timur-Selatan-Barat dan radius 3 km ke arah Baratlaut.- Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak G. Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.- Masyarakat disekitar G. Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu
VONA:VONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 25 November 2018 pukul 13:32 WITA, terkait emisi abu vulkanik dengan ketinggian sekitar 2284 m di atas permukaan laut atau sekitar 500 m di atas puncak, angin bertiup ke arah Timur.

Gunungapi Anak Krakatau (Lampung):
Tingkat aktivitas Level III (Siaga) sejak 27 Desember 2018. Gunungapi Anak Krakatau (338 m dpl) mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2018.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah teramati dengan tinggi sekitar 2500 meter dari puncak berwarna hitam dan intensitas tebal. Angin bertiup lemah hingga kencang ke arah utara dan timur.
Melalui rekaman seismograf tanggal 27 Desember 2018 tercatat:- Tremor menerus dengan amplitudo 8 – 35 mm, dominan 25 mm- 1 kali gempa Tektonik Jauh
Rekomendasi:Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 km dari kawah.
VONA:VONA terakhir terkirim kode warna RED, terbit tanggal 27 Desember 2018 pukul 12:58 WIB, terkait erupsi yang berlangsung menerus dan kolom abu dengan ketinggian sekitar 7338 m diatas permukaan laut. Kolom abu bergerak ke arah timurlaut.

Gunungapi Merapi (Jawa Tengah - Yogyakarta):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Gunungapi Merapi (2968 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah teramati dengan tinggi sekitar 300 meter dari puncak dan intensitas tipis hingga tebal. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timurlaut dan tenggara. 
Melalui rekaman seismograf tanggal 27 Desember 2018 tercatat:- 48 kali gempa Guguran- 3 kali gempa Low Frequency - 1 kali gempa Hembusan- 1 kali gempa Tektonik Jauh
Rekomendasi:- Kegiatan pendakian G. Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.- Radius 3 km dari puncak agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.- Masyarakat yang tinggal di KRB III mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas G. Merapi.- Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segara ditinjau kembali.- Masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi G. Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan G. Merapi terdekat melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz melalui website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana No.15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.- Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini kepada masyarakat.
VONA:VONA terakhir terkirim kode warna GREEN, terbit tanggal 3 Juni 2018 pukul 20:39 WIB, terkait dengan adanya aktivitas hembusan asap berwarna putih dengan ketinggian kolom asap setinggi 3768 m di atas permukaan laut atau sekitar 800 m di atas puncak.

Gunungapi Dukono (Halmahera):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Gunungapi Dukono (1229 m dpl) mengalami erupsi menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual puncak gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati.  Angin bertiup sedang ke arah timur.
Melalui rekaman seismograf tanggal 27 Desember 2018 tercatat:- 8 kali gempa Letusan- 1 kali gempa Tektonik Lokal- 7 kali gempa Tektonik Jauh- Tremor Menerus terekam dengan amplitudo 0.5 – 24 mm (dominan 2 mm)
Rekomendasi:Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.
VONA:VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 17 Desember 2018 pukul 11:27 WIT, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 1629 m di atas permukaan laut atau sekitar 400 m di atas puncak. Kolom abu bergerak ke arah Selatan.

Gunungapi Ibu (Halmahera):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Gunungapi Ibu (1340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus sejak tahun 2008.
Dari kemarin hingga pagi ini visual puncak gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Angin bertiup sedang hingga kencang ke arah timur.
Melalui rekaman seismograf tanggal 27 Desember 2018 tercatat:- 42 x gempa Letusan- 36  x gempa Hembusan- 12 x gempa Guguran- 1 x gempa Terasa, skala I-II MMI
Rekomendasi:Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.
VONA:VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit tanggal 11 Desember 2018 pukul 13:57 WIT terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 1825 m di atas permukaan laut atau sekitar 500 m di atas puncak.Kolom abu bergerak ke arah Selatan.

Gunungapi Gamalama (Maluku Utara):
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Gamalama (1715 m dpl) mengalami erupsi minor pada tanggal 4 Oktober 2018 pukul 11:52 WIT dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 250 meter diatas puncak atau 1965 m diatas permukaan laut.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan dan tenggara.
Melalui rekaman seismograf tanggal 27 Desember 2018 tercatat:- 5 kali gempa Hembusan- 2 kali gempa Vulkanik Dalam- 1 kali gempa Tektonik Lokal- 7 kali gempa Tektonik Jauh - 2 kali gempa Getaran Banjir
Rekomendasi:Masyarakat di sekitar G.Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G.GamalamaPada musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di G.Gamalama agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar.
VONA:VONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 10 Oktober 2018 pukul 19:26 WIT, terkait hembusan asap kawah menerus sekitar 1725 m di atas permukaan laut atau sekitar 10 m diatas puncak.
Untuk Gunungapi Status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

2. Gerakan Tanah

Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah di Indonesia pada bulan  Desember  2018  yang dibandingkan bulan  November 2018,   umumnya potensinya mengalami peningkatan dan semakin meluas  ke sebagian besar wilayah Indonesia  Sumatera , Jawa Bagian Barat dan Tengah, Sulawesi , Kalimantan, Maluku, NTB, NTT, dan Papua
Gerakan tanah terakhir terjadi :
1. Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah 2. Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah 3. Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah 
Penyebab: Penyebab gerakan tanah diperkirakan diantaranya kemiringan lereng yang terjal, tanah lapukan yang tebal, gembur dan sarang serta mudah menyerap air, serta dipicu oleh curah hujan yang tinggi dan dipicu oleh curah hujan yang tinggi dengan durasi yang cukup lama di sekitar daerah bencana. 
Dampak : Gerakan tanah / tanah longsor   menyebabkan lalu lintas terhambat di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah dan  di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah ; material longsor masuk ke rumah di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah 
Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini.  Masyarakat dapat mengunduh melalui www.vsi.esdm.go.id.

3. Gempa Bumi

Laporan Harian Tim TD Tsunami Selat Sunda Badan Geologi
=Kamis 27 Desember 2018=
1. Mendampingi Kepala Badan Geologi pers rilis tentang aktivitas gunungapi Anak Krakatau dan tsunami.
2. Diskusi dan sosialisasi tentang tsunami dengan masyarakat Kp Dukuh, Ds Sukanegara, Carita.
3. Melakukan pemeriksaan dan pengukuran landaan tsunami di Kec Panimbang, Labuan, Carita dan Cinangka dengan hasil sebagai berikut:-Ds Mekarsari, Kec. Panimbang: Flow Depth (FD) 100 cm, Run up distance (RD) 41 m.-Kp Sinarlaut, Kec Panimbang : FD 96 cm dan 56 cm, RD 102 m.-Kota Kec Labuan : FD 130 cm, RD 85 m.-Hotel Bellmone, Pejamben, Kec Carita : FD 310 cm, RD 105 m.-BTS smartfren, Sukanegara, Kec Carita : FD 315 cm, RD 192 m.-Kp Dukuh, Sukanegara, Kec Carita : FD 275 cm, RD 157 m.-Pasauran, Kec Cinangka: RD 60 m.

PVMBG, BADAN GEOLOGI, KESDM;
28 Desember 2018

Kasbani


Berita Terkini