Warisan Gas Di Bumi Kalimantan Timur

Energi fosil masih menjadi tumpuan dalam aktivitas masyrakat Indonesia. Eksplorasi atau pencarian sumber energi fosil terus dilakukan untuk menuju swasembada energi serta untuk mengurangi impor energi. Salah satu pulau yang kaya akan SDA di Indonesia adalah Pulau Kalimantan. Provinsi Kalimantan Timur khususnya, merupakan provinsi yang kaya akan sumberdaya alam. Kekayaan sumberdaya alam tersebut diantaranya minyak dan gas bumi, batubara, dan berbagai bahan tambang lainnya. Minyak dan gas bumi yang selama ini dieksploitasi di Kalimantan Timur adalah minyak dan gas bumi yang menurut proses terbentuknya dan metode pengambilannya bersifat konvensional. Nyatanya di Kalimantan Timur terdapat pula potensi minyak dan gas bumi yang bersifat non konvensional diantaranya gas serpih (shale gas) dan gas methan batubara.

 gbr1

Lokasi Cekungan Kutai (Badan Geologi, 2009)

Gas serpih adalah gas alam yang terperangkap di batuan serpih (shale). Batuan itu adalah batuan sedimen berbutir halus berupa seperti lempung yang menyerpih, berlapis – lapis. Lokasi yang berpotensi mengandung gas sepih berada di Cekungan Kutai. Cekungan Kutai adalah sebuah cekungan sedimen yang area pelamparannya hampir di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Riset Pusat Survei Geologi, tahun 2017 pernah menghitung sebagian potensi gas sepih di Cekungan Kutai dengan hasil sebesar 46.79 TCF. Tahun 2018 dilakukan pula perhitungan untuk Cekungan Kutai bagian selatan. Formasi batuan yang menjadi target tempat gas serpih terperangkap adalah Formasi Batuayau (terbentuk sekitar 30 – 40 juta tahun yang lalu), Formasi Wahau dan Formasi Pamaluan yang keduanya terbentuk sekitar 20 – 30 juta tahun yang lalu.

 gbr2

Salah satu kenampakan serpih Formasi Pamaluan

Tantangan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi gas serpih antara lain faktor mahalnya invenstasi yang harus dikeluarkan serta belum adanya gas serpih yang diproduksi di Indonesia. Untuk menembus dan mengambil “harta karun” itu digunakan teknologi khusus, diantarnya teknologi perekahan dengan tenaga hidrolik yang mampu membelah batuan sehingga gas terlepas. Provinsi Kalimantan Timur sebenarnya juga memiliki aspek pendukung untuk memproduksi gas serpih yaitu berupa fasilitas produksi migas yang sudah ada dan ketersediaan air yang melimpah untuk merekahkan batuan serpih. Harapannya eksplorasi gas serpih terus dilanjutkan dan dikembangkan sehingga dapat menambah cadangan migas nasional, menambah investasi dan tentunya membuka lapangan kerja baru.

Penyusun: Masykur Widhiyatmoko, ST