Puncak Peringatan Hari Nusantara Ke-15 Di Aceh

 

 

puncakperingatanharnus2015

Persembahan Tari-Tarian pada pembukaan acara  puncak Peringatan Hari Nusantara ke-15 di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo Banda aceh, Minggu (13/12/2015).

 

 

Setelah diluncurkan pada bulan Juni 2015 lalu di Cirebon Jawa Barat, puncak Peringatan Hari Nusantara ke-15 2015  di gelar di Nanggroe Aceh Darussalam yang mengambil tema “ Kekayaan Energi dan sumber Daya Mineral Untuk Pembangunan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia Guna Mewujudkan Kejayaan dan Kemakmuran Bangsa”. Peringatan Hari Nusantara tahun ini menampilkan peran sektor ESDM sebagai pendukung utama sektor terkait lainnya dibidang Kemaritiman Nasional. Peran tersebut dengan nyata melalui pelaksanaan pengembangan tiga kluster ekonomi maritim diwilayah barat, tengah, dan timur Indonesia yang didukung oleh infrastruktur energi tenaga surya, tenaga batu energi laut dan bahan bakar nabati. Ketiga kluster ini dikembangkan di tiga lokasi; Aceh Jaya, Kuala Tanjung Barat, Pulau Enggano, Batra, Minahasa Tenggara, Lombok Tengah, Kupang dan Morotai. Dengan pengelolaan potensi tersebut akan dapat mendukung pencapaian bauran energi dari terbarukan sebesar 23 % pada tahun 2025 : Energi baru sebagai energi terbarukan. Model pengembangan ini diharapkan dapat diterapkan untuk pembangunan pulau-pulau kecil, pulau terdepan, dan wilayah pesisir. Selain itu, model ini juga akan mensinergikan para insvestor bidang energi dan industri maritim dan daerah serta akademisi.  Hadir dalam acara puncak  yang dipusatkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia, Yusuf Kalla. Turut hadir mendampingi Wapres, Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan, Menteri PPN/Bappenas Sofyan Djalil dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said selaku Ketua Pelaksana Peringatan Hari Nusantara ke- 15 tahun 2015, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selaku Ketua Harian Dewan Kelautan Indonesia, Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan sejumlah undangan lainnya. Dalam sambutannya, Yusuf Kalla menyatakan Hari Nusantara Nasional dapat menjadi tonggak kekuatan maritim Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Lautan yang terbentang luas bukannya memisahkan kita, tetapi malah menyatukan. Itulah kekuatan maritim kita,” ujarnya, Minggu (13/12/2015). Rangkaian kegiatan peringatan Hari Nusantara ke-15 telah dilaksanakan diantaranya Roadshow Seminar dan Pameran Lintas Nusantara di 9 Perguruan Tinggi berbasis kemaritiman yang dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Litbang ESDM, selaku Ketua Harian Hari Nusantara ke- 15 2015 F.X Sutijastoto, yakni Universitas Papua (UNIPA) di Manokwari, Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang, Universitas Tanjungpura (UNTAN), Universitas Hassanudin (UNHAS) Makassar, Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Andalas (UNAND), Padang, dan Univeritas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjung Pinang. Sedangkan untuk agenda seminar di Universitas Syah Kuala Banda Aceh bertema  “Energi Untuk Mendukung Poros Maritim Unjung Barat Indonesia” antara lain; mengenai Kebijakan dan Strategi Pemanfaatan Energi untuk Menunjang Pembangunan Maritim di Ujung Barat Indonesia, perencanaan pengelolaan Energi di Provinsi Aceh, Peningkatan Sumber daya manusia Bidang ESDM dalam rangka mendukung Indonesia sebagai Poros maritim Dunia, Potensi Energi Laut Indonesia, serta Program dan Strategi Pengembangan Ketenagalistrikan di Provinsi Aceh. Serta pemberian bantuan lampu Petromat berbahan bakar air laut dan lampu surya kepada nelayan di kota Cirebon dan Aceh dengan total 1.250 lampu Petromat dan 2000 lampu surya ditambah 125.000 sambungan listrik gratis kepada rumah tangga sederhana (RTS) di seluruh Indonesia dan sebanyak 7.077 sambungan bagi RTS di Aceh. Pada kesempatan yang sama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meluncurkan program pengembangan tiga Kluster Ekonomi Maritim. Adapun potensi investasi yang ditanamkan pada kluster tersebut tersebar di 7 lokasi di seluruh Indonesia itu mencapai US$ 250 juta. Menurut Sudirman Said, pulau kecil, pulau-pulau terdepan dan wilayah-wilayah pesisir. Selain itu, model ini juga akan mensinergikan para investor bidang energi dan industri maritim, pemerintah pusat dan daerah, serta akademisi. “Sekitar US$ 250juta potensi investasi dari kluster ini. Peringatan Hari Nusantara harus memberi manfaat kedepan,” ucapnya. Selain itu, terdapat 7 lokasi wilayah barat Indonesia meliputi Aceh Jaya, Kuala Tanjung Barat di Sumatera Utara, dan Pulau Engga-no di Bengkulu. Sedangkan wilayah Indonesia bagian tengah meliputi Lombok Tengah di Nusa Tenggara Barat, dan Kupang di Nusa Tenggara Timur. Untuk wilayah timur Indonesia meliputi Minahasa Selatan di Sulawesi Utara dan Morotai di Maluku Utara. Dari masing-masing kluster itu ditetapkan satu wilayah percontohan yakni di Enggano bakal dibangun pembangkit berkapasitas 5 megawatt (M\V) dengan investasi US$ 25 juta, di Lombok dibangun pembangkit dengan kapasitas 4 MW dengan investasi US$ 20 juta dan di Morotai dengan pembangkit berkapasitas 50 MW dengan investasi US$ 150 juta. “Kluster di wilayah barat, tengah dan timur Indonesia itu didukung oleh infrastruktur energi bersih, seperti tenaga surya, tenaga bayu, energi laut dan bahan bakar nabati,” jelasnya. Dalam acara puncak tersebut, dilakukan pula pembacaan naskah Deklarasi Juanda oleh tiga pelajar Kota Banda Aceh serta penyerahan Pataka Kepanitiaan Hari Nusantara Tahun 2016 oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral kepada Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Ketua Harian Dewan Kelautan Indonesia. Disamping itu, tiga penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) diberikan kepada KESDM meliputi bantuan Petromat berbahan bakar air laut dan lampu surya kepada para nelayan di kota Cirebon dan Aceh dengan total 1.250 lampu Petromat dan 2000 lampu surya, kedua terkait 125 000 sambungan listrik gratis kepada rumah tangga sederhana (RTS) di seluruh Indonesia dan sebanyak 7. 7077 sambungan bagi RTS di Aceh dan ketiga roadshow seminar dan pameran lintas nusantara di sembilan (9) perguruan tinggi berbasis kemaritiman se- Indonesia dengan total peserta mencapai 5.800 orang. Termasuk serangkaian kegiatan lainnya yakni lomba Nusantara Expo 2015 dan seputar olahraga Bahari. Dalam hal ini Badan Geologi bertindak sebagai Koordinator kegiatan.      ( sumber : Lilies Marie / dari berbagai sumber)

 puncakperingatanharnus20151

Menteri ESDM, Sudirman Said (paling kiri) berfoto bersama panitia Peringatan Puncak Hari Nusantara ke-15 2015 Di Stand KESDM

 

puncakperingatanharnus20152

Wapres Yusuf Kalla didampingi Menteri ESDM, Menteri Kelautan, Gubernur Aceh menandatangani prasasti Peluncuran Jalur Samudra Ceng-Ho dalam acara puncak Peringatan Hari Nusantara ke-15 di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo Banda aceh, Minggu (13/12/2015).

 

 puncakperingatanharnus20153 

Para undangan