Press Realese Letusan Gunung Barujari : Situasi Paska Letusan

Press Realese 

Letusan Gunung Barujari : Situasi Paska Letusan

 

letusangunung barujarisituasi paskaletusan

Badan Geologi Kementerian ESDM, melalui unit Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sesuai salah satu tupoksi nya berdasarkan Permen ESDM No. 13 tahun 2016, adalah memantau secara menerus gunungapi di Indonesia dalam rangka meminimalisai jumlah korban bencana akibat erupsi gunungapi. Begitu pula Gunungapi Rinjani di Pulau Lombok dipantau secara menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi Rinjani di Desa Sembalun. Hasil pemantauan dilaporkan ke PVMBG untuk digunakan sebagai dasar menentukan tingkat aktivitas gunungapi dan rekomendasi mitigasi bencananya sesuai aturan atau SOP penetapan status aktivitas gunungapi. Hal yang sama juga dilakukan oleh pos-pos gunungapi lainnya di Indonesia. Peningkatan dan perubahan status atau tingkat aktivitas gunungapi yang signifikan selalu dicatat dan dilaporkan ke BNPB, Gubernur, dan Bupati. Laporan dan informasi resmi juga dapat dilihat dalam website PVMBG Badan Geologi (http://vsi.esdm.go.id).
Mengenai kondisi para wisatawan yang biasanya memang cukup banyak mengunjungi Kaldera Rinjani (di dalamnya terletak Danau Segara Anak dan Gunung Barujari). Sebelum letusan sebanyak 389 wisatawan baik mancanegara maupun domestik termasuk penduduk lokal mengunjungi Danau Segara Anak. PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunungapi Rinjani selalu berkoordinasi dengan pengelola Taman Nasional Rinjani sebagai bentuk peringatan dini dalam menjaga keselamatan wisatawan dari ancaman bencana letusan Rinjani, di antaranya yaitu dalam Status Normal pihak PVMBG-Badan Geologi sudah merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan memasuki seluruh kawasan di tubuh Gunung Barujari yaitu dalam radius 1.5 km, karena kondisi di Gunung Barujari yang masih belum stabil pasca erupsi 2015 baik oleh karena endapan lava hasil erupsi sebelumnya yang masih panas dan belum memadat maupun oleh adanya ancaman letusan pendek (transien) yang dapat terjadi setiap saat dengan gejala mendahului yang sangat singkat. 
Berdasarkan laporan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) kepada kepala Biro Humas kementerian KLH tgl 28 September 2016 diperoleh informasi bahwa kondisi para wisatawan beserta porter/guide semua dalam keadaan aman karena ancaman bahaya yang dapat membahayakan jiwa secara langsung terlokalisasi hanya di tubuh Gunung Barujari (radius 1.5 km), sementara itu lokasi Camping Ground berada di radius lebih dari 2 km di sebelah Timurlaut Puncak Barujari. Puncak G. Rinjani yang juga kerap menjadi tujuan kunjungan para wisatawan letaknya berada sekitar 3.8 km di sebelah Timur Puncak Barujari. Oleh karena itu, kami mengharapkan bahwa setiap pemberitaan mengenai letusan Gunungapi Rinjani maupun gunungapi lainnya di Indonesia perlu diklarifikasi melalui informasi resmi yang dikeluarkan oleh Pos Pengamatan Gunungapi Rinjani maupun PVMBG-Badan Geologi.

 

Sumber : 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana  Geologi

BADAN GEOLOGI KEMENTERIAN ESDM


 

<Kembali>