11 Tahun, Kesdm Garap 1.548 Sumur Air Tanah

11 Tahun, Kesdm Garap 1.548 Sumur Air Tanah

11tahunkesdmgarap1548sumurairtanah

NUNUKAN – Sejak tahun 2005, Kementerian ESDM telah berhasil membangun 1.548 lokasi air tanah di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Ego Syahrial, menyampaikan sudah ada 7.500 usulan baru dari masyarakat tentang pemboran air tanah. “Sebanyak lebih dari 7.500 usulan yang disampaikan melalui dinas kabupaten kepada Kementerian ESDM,” jelas Ego dalam peresmian sumur air tanah di Desa Kalampising, Kecamatan Lumbis, Nunukan, Kalimatan Utara, Kamis (22/12).

Namun menurut Ego, semua usulan tersebut masih perlu dikaji ulang karena keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Sumber Daya Manusia (SDM). “Perlu dilakukan dengan cara skala prioritas. Daerah perbatasan merupakan prioritas Pemerintah,” lanjutnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian ESDM akan terus melakukan konsultasi untuk mendapat arahan dari Komisi VII Dewan Perwakilan Daerah (DPR) RI sebagai mitra kerja Kementerian ESDM.

Pembangunan 1.548 sumur air tanah diperuntukkan sebagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih khususnya masyarakat desa tertinggal yang mengalami kesulitan air. Selain itu, keberadaan sumur bor tersebut dapat meningkatkan kesehatan lingkungan masyarakat. “Dengan kesehatan, kita bisa beraktifitas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik,” tegas Ego.

Untuk menjaga infrastruktur sumur air tanah tersebut, Ego menyarankan kepada masyarakat untuk membentuk kelembagaan masyarakat untuk mengelola sumber air ini dengan baik, seperti paguyuban, koperasi atau apapun namanya. “Operasional sumur bor ini memerlukan biaya, sehingga perlu gotong royong dalam pemanfaatnnya,” ujar Ego.

Sebelumnya, Kementerian ESDM juga ikut mengatasi krisis air saat gempabumi di Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen melalui pemboran air tanah di beberapa titik lokasi. Tim tanggap darurat Kementerian ESDM telah melakukan bantuan air bersih sebanyak 13 unit, yakni 12 unit pengeboran air tanah dangkal dan 1 unit optimalisasi sumur gali. Sementara 13 unit air bersih tersebut telah dapat dimanfaatkan oleh 16.262 pengungsi di 13 desa di Kabupaten Pidie Jaya.

Sumber : (NA)

 

 

<kembali>