Badan Geologi Memantau Pergerakan Tanah Di Jembatan Cisomang

Badan Geologi Memantau Pergerakan Tanah Di Jembatan Cisomang

 

Tim Tanggap Darurat gerakan tanah dan geologi teknik Badan Geologi, bersama Kepala Badan Geologi meninjau gerakan tanah dilokasi Jembatan Cisomang Selasa 27 Desember 2016, untuk melakukan penyelidikan dan penelitian yang lebih detail tentang gerakan tanah yang terjadi di Cisomang, Tol Cipularang km 100+700, arah N° 198E yang berada di Desa Tenjolaut, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

Secara geografis lokasi gerakan tanah terletak pada 107° 25’ 58.692”BT dan 6° 42’ 5.688”LS. Kementerian Pekerjaan Umum Rakyat (PUPPR) melaporkan pergeseran adanya tanah di ruas jalan Jembatan Tol Cisomang, Jawa Barat. Pergeseran terdeteksi pada bagian atas pilar kedua jembatan ke samping sejauh 53 centimeter (cm), terbentukan dua pola retakan pada pilar penyangga tubuh Jembatan Cisomang. Yang pertama adalah pola retakan/kekar vertikal. Pola retakan/kekar vertikal ini dijumpai pada P1A, P1B, P2A, P2B dan P3A. yang kedua adalah pola retakan horizontal, pola retakan horizontal dominan di jumpai pada pilar 1 (P1) dan pilar 2 (P2),Saat pemeriksaan, retakan sangat ditangani dengan metoda grouting, bronjong penahanan erosi sungai untuk fondasi pilar jembatan mengalami pergeseran,lalu lintas jalan Tol Cipilarang Jakarta-Bandung pada kilometer 100+700 dibatasi bagi lalu lintas kendaraan kecil golongan 1, sementara untuk kendaraan besar dan berat dialihkan melalui jalur jalan provinsi.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah pada Jalur Jalan Tol Cipularang (PVMBG, Badan Geologi), daerah bencana termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah tinggi, artinya pada daerah ini sering terjadi gerakan tanah sedangkan gerakan tanah lama dan baru masih aktif bergerak akibat curah hujan yang tinggi dan erosi yang kuat.

Faktor penyebab terjadinya deformasi (retakan) pada pilar dan tubuh Jembatan Cisomang akibat dari gerakan tanah di tubuh batuan pada fondasi pilar jembatan. Gerakan tanah tersebut terjadi karena, karakteristik Batu lempung, napalan dan serpih lempung dari Formasi Jatiluhur secara umum mempunyai sifat mudah mengembang jika jenuh air dan pecah-pecah jika kering, tiang fondasi pilar Jembatan bertumpuh pada kemiringan perlapisan batuan lempeng Formasi Jatiluhur,  Sistem keairan (curah hujan dan aliran sungai) yang mengakibatkan jenuh pada daerah tersebut baik pada permukaan batulempung, napalan dan serpihan napalan maupun ditanah lapukan dari batuan breksi vulkanik diatasnya, kemungkinan dipicu pula oleh beban dan getaran kendaraan yang melintas di atas jembatan, kemiringan lereng yang terjal disisi kiri kanan lembah sungai, adanya erosi Sungai Cisomang.

Badan Geologi memberikan Rekomendasi Teknis untuk gerakan tanah Jembatan Cisomang adalah sbb:

  • Melakukan pengamatan khususnya pengamatan deformasi untuk mengetahui perkembangan retakan maupun gerakan tanah pada tubuh jembatan Cisomang di Tol Cipularang.
  • Masyarakat penggunaan jalan Tol Cipularang di sekitar lokasi tersebut agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah hujan lebat yang berlangsung lama dan mengikuti arah pihak Jasa Marga maupun pemerintah daerah setempat.
  • Untuk sementara perlu tetap diatur lalu lintas khusus untuk kendaraan kecil/ringan.
  • Memasang rambu-rambu peringatan rawan gerakan tanah/longsor.

 

Pengirim,

Lilies Marie

badangeologimemantaupergerakantanahdijembatancisomangKepala Badan Geologi beserta Tim Tanggap Darurat memberikan penjelasan kepada awak media tentang Gerakan Tanah  di Jembatan Cisoang, Selasa (27/12/16)

 

 

<kembali>