Peningkatan Kualitas Tata Kelola Destinasi Pariwisata Kawasan Batur Batur

Peningkatan Kualitas Tata Kelola

Destinasi Pariwisata Kawasan Batur Batur

 

Program Tata Kelola Destinasi Pariwisata (TKDP) telah diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata melalui Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri di kawasan Batur dan sekitarnya sejak tahun 2011 dan  telah melalui tahapan-tahapan pengembangan TKDP untuk mendukung pengembangan kepariwisataan di kawasan Batur dan sekitarnya. Tata kelola destinasi pariwisata adalah pengelolaan destinasi pariwisata yang terstruktur dan sinergis yang mencakup fungsi koordinasi, perencanaan, implementasi, dan pengendalian organisasi destinasi secara inovatif dan sistemik. Selanjutnya dalam konteks peningkatan ekosistem kepariwisataan, Tata Kelola Destinasi dapat mendorong peran sektor kepariwisataan untuk menjadi driver/co-driver dengan menggerakkan Academision, Business, Community, Government, Media (ABCGM) dalam skema Penta Helix, dengan membangun lingkungan dan mata rantai yang saling melengkapi untuk mewujudkan kualitas aktivitas, kapasitas dan pelayanan kepariwisataan yang memberikan manfaat kepada lingkungan dan masyarakat.

 

Stakeholder Meeting Peningkatan Kualitas Tata Kelola Destinasi Pariwisata Kawasan Batur dihadiri oleh para narasumber yakni A.A Gede Yuniartha Putra (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali), Wayan Adnyana (Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bangli),  Widayanti Bandia (Kepala Bidang Tata Kelola Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata), Oman Abdurahman (Kepala Museum Geologi, mewakili Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM), Ni Made Eka Mahadewi (Dosen STP Nusa Dua Bali) dan I Wayan Kastawan (Fasilitator TKPD Batur) serta  para stakeholder pariwisata di kawasan Batur yang meliputi dinas Pariwisata dan SKPD terkait, akademisi dari STP Nusa Dua Bali, Kepala Desa, serta LWG DMO Batur dan  bertujuan untuk  mendukung pengembangan kepariwisataan Batur sebagai anggota UNESCO Global Geopark melalui peningkatan kapasitas masyarakat disekitar kawasan Batur. Kegiatan ini Seiring meningkatnya destinasi dan investasi pariwisata dan sesuai amanat Nawacita Presiden RI, Pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan di Indonesia dengan target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2019. Pariwisata berperan sebagai faktor kunci dalam pendapatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan infrastruktur. Pariwisata juga telah mengalami ekspansi dan diversifikasi berkelanjutan, dan menjadi salah satu  sektor ekonomi yang terbesar dan tercepat pertumbuhannya di dunia.

 

Peningkatan tata kelola destinasi pariwisata diarahkan untuk peningkatan kualitas kunjungan wisatawan dalam bentuk pemasaran dan promosi, pengembangan sarana dan prasarana, investasi, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui “champion” destinasi tetapi juga mencakup penataan, kualitas layanan, pengelolaan, dan pengembangan nilai lokal secara berkelanjutan dalam ekosistem kepariwisataan untuk dapat meningkatkan nilai manfaat dan magnitude kepariwisataan.

 

Untuk mendukung peningkatan kepariwisataan Batur UNESCO Global Geopark dan pencapaian target kunjungan wisatawan pariwisata nasional, peran masyarakat di sekitar kawasan Batur perlu ditingkatkan kembali melalui peningkatan kapasitas sesuai kebutuhan masyarakat. Peningkatan kapasitas dibutuhkan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengelola potensi dan mengembangkan atraksi wisata di kawasan Batur. Peran masyarakat akan meningkatkan daya saing kawasan Batur sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat ekonomi pembangunan dari sektor pariwisata sekaligus menjaga kelestarian alam di kawasan Batur. Peningkatan kapasitas untuk masyarakat dapat difasilitasi melalui dinas pariwisata, STP Nusa Dua Bali maupun para pihak yang memiliki komitmen dalam mendukung kepariwisataan Batur.

 

Presentasi Kepala Museum Geologi, yang mewakili Kepala Badan Geologi menekankan pentingnya kawasan tersebut dilindungi melalui instrument Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) sesuai regulasi yang ada yaitu Peraturan Menteri ESDM Nomor 32 Tahun 2016 tentang Kawasan Cagar Alam Geologi sebagai tindak lanjut dari PP Nomor 26 Tahun 2008 tentang RTRW. Sedangkan untuk pemanfaatannya sesuai dengan kriteria kawasan Geopark, perlu implementasi geowisata dan wisata hijau lainnya. Karena itu, apa dan bagaimana bergeowisata di kawasan Geopark Global Batur perlu disosialisasikan kepada para pemandu dan pelaku wisata di kawasan Geopark tersebut.

peningkatankualitastatakeloladestinasipariwisatakawasanbaturbatur

Oman Abdurahman Kepala Museum Geologi, mewakili Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM presentasi KCAG di Hotel Madusari, Kintamani Kab. Bangli, Bali, Selasa (9/05/2017).

peningkatankualitastatakeloladestinasipariwisatakawasanbaturbatur1

Para peserta Peningkatan Kualitas Tata Kelola Destinasi Parawisata Kawasan Batur batur.

 

Pengirim : Lilies Marie & Winda Nurdiani

Sumber   : Oman Abdurahman

 

<kembali>