Kalimantan Utara Ternyata Rawan Gempa

Pulau Kalimantan yang selama ini dianggap aman terhadap kejadian gempa ternyata pernah terjadi beberapa kali gempa bumi. Di pulau yang memiliki perbatasan dengan negeri tetangga Malaysia itu terjadi gempa di Tarakan  Kalimantan Utara tahun 1923 dan 1925 mengakibatkan beberapa rumah penduduk rubuh. Bahkan gempa bumi yang terjadi pada 1923 diikuti dengan tsunami yang menghancurkan daerah Sekuran.

kalimantanutaraternyatarawangempa

Peta KRB Gempa Bumi Kalimantan Utara

 

Kejadian gempa bumi dan tsunami tersebut dibuat oleh Badan Geologi dalam bentuk Peta Kawasan Rawan Bencana  gempa bumi Provinsi Kalimantan Utara. Dengan tersedianya Peta KRB Gempa bumi Provinsi Kalimantan Utara tersebut diharapkan pemerintah daerah dan masyarakat dapat melakukan kesiapsiagaan disesuaikan dengan tingkat kerawanan wilayahnya dengan mengacu kepada peta KRB Gempa bumi.

Peta Kawasan rawan Bencana Gempa bumi Provinsi Kalimantan Utara yang diterbitkan pada tahun 2014 ini, dibuat berdasarkan 3 parameter, yaitu: sumber gempa bumi (subduksi dan sesar), amplifikasi batuan dan kegempaan (sejarah, periode ulang). Berdasarkan ketiga parameter tersebut kemudian disusun simulasi probalilitas dalam kurun waktu 500 tahun ke depan. Perhitungan percepatan gempa bumi dilakukan terhadap setiap titik grid dengan jarak antar titik 1 km. Zonasi kawasan rawan gempa bumi didasarkan pada besaran intensitas gempa bumi (MMI) yang dikonversi dari nilai percepatan gempa bumi pada kondisi spektra 0,3 detik. Zona kerawanan potensi gempa bumi yang termuat dalam peta ini bersifat umum, yang diharapkan berguna sebagai informasi awal kerusakan akibat goncangan gempa bumi yang dapat melanda suatu daerah.

Pada 13 Juni 2017, Badan Geologi melalui Mamay Surmayadi, Kristianto, dan Deden Junaedi melakukan  verifikasi Peta KRB untuk mendapatkan masukan dari pengguna peta KRB Gempa bumi  di Provinsi Kalimantan Utara. Instansi pengguna peta antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara, Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Utara, BPBD Kabupaten Bulungan, BPBD Kota Tarakan, Kantor BMKG Kota Tarakan, serta masyarakat di sekitar rawan bencana gempa bumi diharapkan dapat memberikan masukan kepada Badan Geologi.

kalimantanutaraternyatarawangempa1

Dari kiri, Kristianto dan Mamay Sumaryadi sedang sosialisasi Peta KRB.


Keberadaan kantor-kantor Dinas Provinsi Kalimantan Utara saat ini terletak di Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Sedangkan untuk mencapai lokasi Kecamatan Tanjung Selor harus ditempuh sekitar 1,5 jam dari Kota Tarakan menggunakan sarana transportasi speedboat.

Sesampai di Kecamatan Tanjung Selor, Tim Verifikasi Badan Geologi langsung menuju Kantor BPBD Provinsi yang terletak di Jalan Jeruk No. 4 dan disambut oleh Kepala Seksi Penanganan Darurat Rony Haryanto, ST. Tim verifikasi dibawah pimpinan Mamay Surmayadi memberikan penjelasan tentang Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa bumi Kalimantan Utara, serta menyampaikan sejarah kejadian gempa merusak yang pernah melanda Provinsi Kalimantan Utara.

Sebagai pejabat di Seksi Penanganan Darurat BPBD Prov. Kaltara, sangat berterimakasih atas penjelasan tim verifikasi untuk dapat memahami Peta KRB gempa bumi dan upaya yang harus dilakukan setelah mengetahui kondisi wilayahnya berada pada KRB Menegah dan Rendah. Tim juga menegaskan bahwa rekomendasi Badan Geologi kepada wilayah yang rawan bencana gempa bumi agar membuat bangunan tahan gempa sesuai dengan building code yang sudah ditentukan. Tim Verifikasi juga menyerahkan secara langsung Peta KRB Gempa bumi Prov. Kaltara, Katalog Gempa bumi Merusak, serta leaflet kebencanaan geologi.

Pekerjaan Tim Verifikasi dilanjutkan mengunjungi kantor BPBD Kabupaten Bulungan di Kota Tanjung Selor. Tim diterima oleh Muhammad Yusuf sebagai Sekretris BPBD Kabupaten Bulungan. Dari hasil wawancara dengan staf BPBD Kabupaten Bulungan tersebut diperoleh fakta bahwa masyarakat kurang merasakan dampak dari gempa bumi yang terjadi pada 29 Desember 2015, hanya merasakan tingkat goncangan pada kekuatan II - III skala Richter. Sehingga untuk Peta KRB Gempa bumi Prov. Kaltara dinilai masih relevan dengan kondisi dan dampak yang ditimbulkan oleh goncangan gempa terakhir ini.

kalimantanutaraternyatarawangempa4

Rumah roboh akibat gempa bumi

Kegiatan Tim Verifikasi di Kantor BPBD Kota Tarakan disambut oleh Kasie Pencegahan  bapak P. Dwi Boedi. Tim menjelaskan zonasi tingkat kerawanan gempa bumi yang sudah dibuat oleh Badan Geologi, dimana Prov. Kalimantan Utara, Kota Tarakan atau Pulau Tarakan masuk dalam zona KRB Gempa bumi Menengah. Hal ini berarti kawasan ini berpotensi terlanda goncangan gempa bumi dengan skala intensitas antara VII - VIII MMI. Berpotensi terjadi retakan tanah, pelulukan (liquefaction), lonsoran pada topografi perbukitan dan pergeseran tanah dalam dimensi kecil. Pada umumnya tersusun oleh batuan Tersier dan sebagian endapan Kuater. Pada kejadian gempa bumi 29 Desember 2017, terdapat beberapa lokasi yang mengalami efek gocangan yang mengakibatkan sebagian kecil rumah roboh dan retak-retak. Namun lokasi rumah yang roboh dan retak-retak ini sangat acak dan tidak merata, terjadi di Kelurahan Kampung Enam - Kec. Tarakan Timur, Kel. Sebengkok dan Kel. Selumit Pantai, Kec. Tarakan Tengah, Kel. Karanganyar Kec. Tarakan Barat, Kel. Juata Kerikil dan Kel. Juata Permai Kec. Tarakan Utara. Berdasarkan informasi Peta KRB Gempa bumi tersebut, tim menegaskan bahwa dalam membuat bangunan harus sesuai dengan building code yang dipersyaratkan di wilayah rawan bencana gempa bumi.

Selama di lapangan Tim verifikasi dari Badan geoilogi itu menjelaskan aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat memberikan informasi tentang kebencanaan geologi dan dapat dipantau melalui aplikasi Android. Pihak BPBD Kota Tarakan sangat mengapresiasi teknologi karya Badan Geologi ini, sehingga memberi kemudahan dan kecepatan dalam mendapatkan informasi kebencanaan geologi.

Instansi yang menjadi kunjungan berikutnya adalah Kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Stasiun Meterologi Juata Tarakan. Tim Verifikasi diterima oleh Bp. Nanang sebagai Kepala Kantor, dan sekaligus melakukan sosialisasi Peta KRB Gempa bumi Prov. Kaltara serta meminta masukan dari pihak BMKG.

kalimantanutaraternyatarawangempa5

Di Kelurahan Juata Laut akibat gempa bumi 29 Desember 2015

Untuk mendapatkan data kebencanaan dan sekaligus melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat, Tim Verifikasi mengunjungi Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah. Di lokasi kelurahan ini terdapat bangunan yang roboh akibat gempa bumi 29 Desember 2015. Sebelumnya Tim sudah mengunjungi lokasi dimana bangunan roboh tersebut, dan pada lokasi tersebut hanya bangunan dengan konstruksi tembok tersebut yang roboh, sedangkan bangunan sekitarnya dengan konstruksi kayu tetap berdiri kokoh dan utuh. Dalam kesematan itu Tim verifikasi menjelaskan aplikasi Magma Indonesia kepada Lurah Selumit Pantai dan Firman Galeba beserta jajarannya.

Sumber: Kristianto

 

<Berita Terkini>