Warta Geologi Volume 2 No. 2

warta201004

Download isi klik disiniacroread

EDITORIAL

Mineral dan Sumber Daya Geologi bagi Kehidupan Kita: Pentingnya Data dan Usaha Hulu Penanganan

“...Hanya, keahlian Fielderhof tampaknya bukan satu- satunya kunci resep keberhasilan manipulasi skandal Busang. Longgarnya peraturan juga ikut mendukung. Di Kanada, persis seperti di Indonesia, tak ada kewajiban perusahaan tambang publik untuk minta pengesahan atas klaim jumlah deposit yang mereka temukan. Cara-cara seperti ini mustahil dilakukan di Australia. Di Negeri Kanguru itu, setiap klaim penemuan kandungan tambang harus disahkan anggota Australian Institute of Mining and Metalurgy, lembaga independen yang dipercaya menyetempel keabsahan penemuan deposit tambang”. Demikian sepenggal kisah lama tentang skandal Busang yang terdapat pada situs Hamline University    sebuah akademi terkenal di Negara bagian Minnesota, http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1997/05/ 09/0006.html. Minnesota sendiri adalah produsen besi dan batuan taconite terbesar di Amerika Serikat.

Kasus Busang yang menghebohkan kita di era tahun 90-an adalah sebuah kisah hitam di dunia pertambangan. Cerita tersebut diangkat kembali untuk menyegarkan ingatan kita tentang betapa menentukannya arti data sumber daya mineral. Betapa tidak, kasus Busang telah menyebabkan jutaan dolar uang para pemain saham amblas, puluhan orang diseret ke meja hijau, dan dunia pertambangan tercoreng, termasuk di Indonesia. Kisah Busang juga menegaskan kembali bahwa penataan, pemanfaatan, pengembangan, dan konservasi sumber daya mineral diawali dengan ketersediaan data yang akurat tentang posisi, persebaran, dan kelayakan tambang dari sumber daya mineral tersebut. Semua itu sangat bergantung kepada kinerja eksplorasi sumber daya mineral dan penilaian data terkait.

Mineral, bagian dari sumber daya geologi, hingga saat ini masih menjadi andalan sumber pendapatan bangsa kita. Bagaimana status database-nya? Bagaimana pula eksplorasi atau usaha hulu penanganannya semestinya dilakukan? Serta, bagaimana masalah sumber daya manusia untuk pengelolaan sumber daya geologi di Daerah? Selain itu, sumber daya geologi apa selain mineral yang potensial di wilayah kita ini? Bagaimana sebuah bencana sesungguhnya memberi “anugerah” untuk kita berupa kandungan mineral penting? Bagaimana sosialisasi terkait mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan arti strategis sumber daya mineral? Warta Geologi nomor 2, Juni 2007 ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan penting tersebut.

Para pembaca yang budiman, Sebagaimana dalam penanganan sumber daya alam yang lain, penanganan sumber daya mineral dan sumber daya geologi lainnya akan selalu bergantung kepada tiga hal pokok, yaitu: ketersediaan data (bank

data), teknologi, dan pengelolaan. Tentang teknologi dan pengelolaan sumber daya mineral, kiranya bukan menjadi tanggung jawab utama institusi yang memiliki kewenangan di bidang geologi. Lagipula, kedua aspek tersebut akan senantiasa mengikuti kondisi keberadaan sumber daya geologi yang menjadi substansinya. Hal ini berarti persoalan kita kembali kepada masalah data dan eksplorasi.

Tentang database sumber daya mineral, sebenarnya kita sudah memiliki semacam baseline atau tonggak pengembangannya. Penyusunan database sumber daya mineral di Pemerintahaan dirintis oleh Pusat Sumber Daya Mineral (PMG, sebelumnya bernama Direktorat Inventarisasi Mineral). Database tersebut kini sebenarnya sudah diadopsi menjadi rujukan struktur database mineral di tingkat ASEAN. Sementara itu, Badan Geologi melalui PMG pada tahun 2007 ini telah ditunjuk sebagai focal point pengembangan database sumber daya mineral di tingkat nasional. Persoalannya kemudian adalah bagaimana upaya kita agar Daerah dapat tune in menggunakan database tersebut sebagai sarana pertukaran data dan informasi tentang sumber daya mineral kita?

Pertukaran data sangatlah penting dalam iklim otonomi daerah. Dengan cara itu semua pihak diuntungkan. Daerah terbantu dalam percepatan pengumpulan dan penyusunan data serta pemenuhan kewajibannya kepada Pemerintah berkenaan dengan informasi sumber daya geologi. Pemerintah pun tertolong dalam penyusunan dan updating database terkait sehingga diperoleh basis yang lebih baik dan terkini untuk perencanaan dan penetapan kebijakan pengelolaan sumber daya mineral nasional. Sementara itu, mitra lainnya akan memperoleh informasi yang lebih akurat untuk pengembangan dan pemantauan pengelolaan sumber daya geologi kita.

Pembaca yang budiman, Dengan topik seputar mineral ini kita diingatkan kembali arti penting sumber daya geologi, khususnya mineral, yang kita miliki. Seiring dengan itu, juga pengembangan database-nya. Akselerasi pemahaman dan kesadaran seluruh komponen masyarakat akan arti penting database, informasi, dan eksplorasi sumber daya geologi kita akan membantu tumbuhnya masyarakat yang sadar akan nilai strategis sumber daya alam kita. Salam mineral, selamat menikmati Warta Geologi edisi ini.

 

Bandung, Juni 2007

Oman Abdurahman

 

[Kembali]