Warta Geologi Volume 1 No. 6

warta201004

Download isi klik disiniacroread

EDITORIAL

Tantangan Penting dalam Pelayanan Publik: Pengelolaan Sistem Informasi Geologi

Pembaca yang budiman,

Di penghujung tahun takwim 2006 ini – yang berarti pula akhir tahun anggaran Warta Geologi (WG) kembali menjumpai Anda semua. Walaupun WG Volume I, Nomor 6, 2006, ini terbit di akhir tahun, namun substansi yang menjadi fokusnya belumlah merupakan sesuatu yang final dalam penyelengaraan pelayanan umum Pemerintah.

Pengelolaan sistem informasi adalah suatu sarana penunjang pelayanan publik yang sangat penting, namun masih menyisakan beberapa masalah yang perlu mendapat penanganan segera. Hingga saat ini, sebagian besar tujuan ideal pengelolaan sistem informasi boleh dikatakan masih merupakan wacana. Hal itu, tidak saja di bidang geologi, melainkan pula untuk seluruh sektor pelayanan publik di Indonesia.

Pengelolaan sistem informasi geologi diangkat menjadi Fokus Kita WG edisi akhir tahun 2006 ini. Hal itu memang diperlukan mengingat masih banyaknya persoalan dan urgensinya peran sistem informasi dalam pelayanan publik. Selain Fokus Kita, WG kali ini – seperti biasa – menyampaikan Profil, Seputar Kita, dan Agenda.

Pembaca yang budiman,

Pengelolaan sistem informasi kadang terasa sebagai sebuah ungkapan yang “klise” atau ibarat “nama besar” yang kurang memberikan “greget” dalam kinerja. Sebab, apabila kita evaluasi dengan sungguh-sungguh tentang hasil-hasil (outcome) dari sebuah kegiatan pengelolaan informasi pada hampir seluruh instansi Pemerintahan, segera akan tampak indikator-indikator yang masih menunjukkan kelemahannya. Sebagai contoh, mayoritas web site pelayanan publik Pemerintah lemah dalam penyajian informasi umum yang mendasar yang sangat diperlukan oleh publik dalam kegiatannya masing-masing.

Hal itu diperoleh dari pengamatan selintas terhadap penyajian web site dari beberapa instansi Pemerintah. Permasalahan yang masih menghantui pengelolaan sistem informasi sebagaimana sekilas tampak dalam bahasan di atas terkait dengan masih adanya kelemahan dan besarnya kendala yang dihadapi instansi-instansi Pemerintah dalam aspek tersebut. Kelemahan itu antara lain: masih belum seragamnya pemahaman mengenai kekuatan dan peluang sistem informasi dalam mengefektifkan pelayanan publik oleh Pemerintah kepada masyarakat. Kelemahan ini “menumbuhkan” kelemahan berikutnya: kurangnya kesadaran dan tindakan (action) nyata yang sistematis dalam pengelolaan sistem informasi.

Adapun kendala yang dihadapi antara lain perkembangan dan kinerja pengelolaan sistem informasi di daerah – sebagai partner Pemerintah – masih lemah, baik dalam struktur maupun infrastruktur. Kendala lainnya adalah berkenaan dengan sistem pembiayaan dan biaya yang diperlukan untuk pembangunan sebuah sistem informasi yang relatif mahal. Sistem anggaran yang berlaku saat ini juga menjadi kendala.

Hal itu seiring dengan belum meratanya pemahaman mengenai karakter pengelolaan sistem informasi di seluruh jajaran sumber daya manusia (SDM) di instansi Pemerintah menjadikan substansi ini terasa sebagai persoalan klise atau “nama besar” kegiatan. Julukan sebagai sebuah kegiatan yang sering dianggap “tak pernah selesai” sering dialamatkan kepada usulan kegiatan pengelolaan sistem informasi. Padahal, harus disadari bahwa dalam beberapa aspeknya pengelolaan sistem informasi, sebagaimana kegiatan pembangunan, memang tidak akan pernah selesai.

Di sisi lain, pengelolaan sistem informasi oleh Pemerintah dalam rangka efektivitas pelayanan publik sesungguhnya memiliki kekuatan dan peluang yang besar. Kekuatan itu antara lain adalah beberapa individu SDM yang sangat paham atau melek sistem informasi yang tersedia hampir di setiap instansi Pemerintah, tak terkecuali di lingkungan Badan Geologi. Kekuatan lainnya adalah aspek dana yang sesungguhnya tersedia dan potensial apabila dimanfaatkan secara berhasil guna dan tepat guna untuk pengelolaan sistem informasi yang handal. Adapun peluang yang dihadapi antara lain: semakin memudahkannya dan banyaknya pilihan tool teknologi di pasaran yang dapat digunakan untuk pengelolaan sistem informasi.

Peluang yang lain adalah tuntutan global – yang berimbas pada tuntutan nasional – terhadap pemberdayaan sistem informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. WG kali ini menyajikan persoalan pengelolaan sistem informasi, khususnya pengelolaan sistem informasi bidang geologi. Di dalamnya dikupas aspek-aspek kekuatan, kelemahan, peluang, dan kendala pengelolaan informasi geologi. Bagian akhir dari uraiannya akan mengemukakan sebuah solusi dan rencana tindak pengelolaan sistem informasi di lingkungan Badan Geologi.

Para pembaca yang budiman,

Pada tanggal 6 November 2006, di lingkungan Badan Geologi berlangsung sebuah momen acara yang sangat penting. Acara tersebut adalah pengukuhan Dr.Ir. Udi Hartono sebagai profesor riset. Momen tersebut sangatlah penting, mengingat sedikitnya tiga hal berikut. Pertama, Prof. Dr. Ir. Udi Hartono merupakan profesor riset pertama dari Badan Geologi, profesor riset keenam di lingkungan Departemen ESDM, dan profesor riset ke-116 di seluruh Indonesia. Dengan demikian, momen tersebut telah memecahkan telur kebuntuan Badan Geologi dalam melahirkan profesor riset di bidang jabatan fungsional peneliti. Kedua, Pak Udi – demikian beliau akrab dipanggil sehari-hari - telah memberikan teladan bagi kita semua tentang berkarir sampai di posisi puncak melalui pilihan karir jabatan fungsional.

Hal ini penting, mengingat salah satu sasaran dibentuknya Badan Geologi dengan pusat-pusat di bawahnya adalah mempromosikan jabatan fungsional. Ketiga, hasil-hasil penelitian beliau selama bertahun-tahun - yang telah mengantarkannya meraih pangkat/golongan dan karir tertinggi di jabatan fungsional - merupakan sesuatu yang sangat penting bagi pengembangan ilmu kebumian dan aplikasinya. Para pembaca dapat menyimak selintas pemikiran beliau berkenaan dengan riset dasar yang digelutinya pada rubrik Profi l WG kali ini.

Antara bulan Oktober sampai Desember 2006 banyak aktivitas kegeologian yang dilaksanakan oleh Badan Geologi beserta segenap komponennya. Dalam triwulan terakhir Tahun 2006 itu pun Badan Geologi telah pula melaksanakan kegiatan dalam rangka peningkatan kerjasama; serta kegiatan yang terkait dengan pembinaan kepegawaian dan bhakti sosial. Demikianlah, dalam rubrik Seputar Kita WG kali ini, para pembaca dapat melakukan review melalui berita terhadap kegiatan-kegiatan berikut yang telah dilaksanakan Badan Geologi dan Pusat-pusat di bawahnya, yaitu: 1) Symposium UNESCO IGZCP-507, 2) Workshop Pengembangan Panas Bumi di Indonesia, 3) Workshop Nasional Geologi Teknik, 4) mengikuti Pameran Gelar Teknologi 2006, 4) CASM-Asia Workshop on the State of the Art of Science and Technology to Protect the Environment and People, 5) Pengambilan Sumpah PNS DESDM, 6) Pengukuhan Profesor Riset Dr. Ir. Udi Hartono, 7) Kunjungan Delegasi Vietnam ke Badan Geologi, dan 8) Kunjungan Bhakti Sosial Dharma Wanita DESDM ke Kabupaten Garut.

Para Pembaca yang budiman,

Terbitan WG kali ini merupakan penutup dari seri WG Volume I yang direncanakan terbit sebanyak enam kali sepanjang Tahun 2006. Fokus Kita yang dihadirkannya melengkapi seri Fokus Kita yang telah disajikan WG Vol. I mulai No.1 sampai No. 5. Fokus Kita WG kali ini tentang sistem informasi bidang geologi telah melengkapi sajian fokus kita selama ini, berturut-turut dari WG No. 1 - No. 5, berkenaan dengan: aspek perencanaan, UU Kegeologian, sajian informasi Gunung Merapi di internet, kebencanaan geologi, dan sosialisasi bidang geologi. Semoga kehadiran WG penutup program penerbitan WG Vol. I tahun 2006 ini mengantarkan kita kepada program penerbitan WG Vol. 2 tahun 2007 yang rencananya ditujukan tidak saja untuk lingkungan intern Badan Geologi, melainkan pula untuk seluruh Pemda dan khalayak umum.

Akhir kata, selamat Tahun Baru dan semoga kita bertemu kembali dalam seri WG Volume II di tahun depan yang Insya Allah sudah berstatus skala Nasional. Terakhir dari yang akhir: “Selamat menikmati WG Nomor 6!”

Bandung, November 2006
Oman Abdurahman dan Prima Muharam Hilman

 

[Kembali]