Warta Geologi Volume 1 No. 2

warta201004

Download isi klik disiniacroread

EDITORIAL

RUU Tentang Geologi: Sulit, Tapi Penting Untuk Segera Terbit

Para pembaca yang budiman,

Warta Geologi (WG) kini hadir kembali menemui Anda semua. Dalam WG edisi kedua ini sebagaimana WG edisi sebelumnya kami sajikan rubrik "profil", "berita kita", "kliping berita", "fokus kita" dan agenda.

Profil kali ini menampilkan Dr. Nana Suwarna dari Pusat Survei Geologi (PSG). Beliau merupakan kandidat profesor riset yang pertama dari lingkungan Badan Geologi. Profesor riset adalah karir tertinggi dalam jabatan fungsional peneliti. Salah satu kebijakan penting yang mengiringi kelahiran Badan Geologi (BG) serta pengaturan tata kerjanya adalah dukungan Pemerintah kepada seluruh staf di lingkungan BG untuk pencapaian karir tertinggi dalam jabatan fungsional. Oleh karena itu, beliau - yang pada bulan Mei gelar profesor risetnya akan dikukuhkan dalam suatu upacara orasi ilmiah - sangat layak untuk tampil dalam profil WG.

Dalam rubrik berita kita, para pembaca semua dapat mengikuti berita-berita terkini berkaitan dengan penelitian dan pelayanan bidang geologi yang layak disimak. Beberapa diantaranya adalah berita-berita tentang kegiatan PMG sebagai salah satu pusat di lingkungan BG, Enigma Merapi dan Sejarah Mataram, Sarasehan RUU Geologi, Road Show Balitbang ESDM ke BG, dan Pemaparan Rencana Kerja BG.

Pembaca yang budiman,

Fokus kita kali ini berkenaan dengan Undang-Undang (UU) berkaitan dengan kegeologian. Topik ini sengaja diangkat dalam WG berkaitan dengan diselenggarakannya sarasehan di lingkungan BG yang mengusung topik "RUU Geologi" (lihat rubrik berita). Dalam pertemuan antar unsur pimpinan pusat-pusat dan sekretariat BG dengan narasumber dan beberapa tamu undangan terkait kebijakan bidang geologi yang dipimpin langsung oleh Kepala BG, mencuat permasalahan di sekitar UU Kegeologian yang ternyata tidak sederhana.

UU tentang geologi sulit mengingat geologi itu adalah salah satu cabang sains yang domain alamiah keilmuannya tidak mungkin diatur dalam undang-undang. Domain alamiah tidak bisa dijadikan produk hukum, karena akan menutup logika saintifik. Namun demikian, aplikasi geologi atau turunan dari substansi ilmiahnya dapat dan penting untuk dijadikan produk hukum. Sebagai contoh, peta batas cekungan air tanah tidak bisa dijadikan produk hukum, tetapi turunan peta tersebut seperti peta batas wilayah pengelolaan air tanah, dapat dan perlu untuk dijadikan produk hukum. Dalam contoh tersebut, sifat alamiahnya tidak muncul tetapi sifat pengelolaannya yang muncul. Contoh lain adalah wilayah geohazard yang juga tidak dapat diundangkan, namun, pengelolaan terhadap wilayah tersebut mendesak untuk segera diatur melalui peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, para pembaca sekalian akan mendapatkan latar belakang dan penjelasan lebih lanjut dalam "fokus kita", RUU tentang kegeologian itu penting untuk segera diterbitkan (diundangkan).

Pembaca yang budiman,

Selamat menikmati WG edisi kedua ini yang menampilkan profil Dr. Nana Suwarna, seputar kegiatan Badan Geologi dalam berita kita, fokus kita di sekitar UU Kegeologian, dan bagi pembaca yang senang dengan asah otak anda akan ditemani oleh Crossword.

 

[Kembali]