Tanggapan Kejadian Gempa Bumi Di Barat Laut Wewak, Papua New Guinea, 21 Juli 2017

Tanggapan Kejadian Gempa Bumi di Barat Laut Wewak, Papua New Guinea, 21 Juli 2017

wewakpapua

Bersama ini, kami sampaikan laporan tanggapan terjadinya gempa bumi di Barat Laut Wewak, Papua New Guinea. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dan analisis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, sebagai berikut:

I. Informasi Gempa Bumi
Gempa bumi terjadi pada hari Jumat, 21 Juli 2017, pukul 16:03:15 WIB. Menurut BMKG, pusat gempa bumi berada pada koordinat 3,33°LS dan 142,44° BT dengan magnitudo 5,2 SR pada kedalaman 10 km berjarak 131 km barat  laut Wewak, Papua New Guinea. Sedangkan berdasarkan informasi dari USGS, pusat gempa bumi berada pada koordinat 4,168°LS dan 142,746° BT dengan magnitudo 5,0 Mb, pada kedalaman 71 km.

II. Kondisi Geologi Daerah Terdekat
Pusat gempa bumi berada di darat. Wilayah Jayapura dan sekitarnya yang merupakan daerah paling dekat dengan pusat gempabumi tersusun oleh batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen, batuan gunungapi, batuan beku  dan batuan malihan. Goncangan gempa bumi akan terasa pada batuan endapan kuarter dan batuan tersier terlapukkan yang bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek goncangan, sehingga rentan terhadap goncangan gempa bumi.

III. Dampak Gempa Bumi
Sampai tanggapan ini dibuat belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat guncangan gempa bumi ini.

IV. Penyebab Gempa Bumi
Berdasarkan data lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, diperkirakan gempa bumi ini berasosiasi dengan aktivitas penunjaman (subduksi) di sebelah Utara Papua.

V. Rekomendasi
- Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
- Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.
- Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena berpusat di darat.

Salam hormat
Ego Syahrial
Ka Badan Geologi

<Berita Terkini>