Badan Geologi Terjunkan Tim Tanggap Darurat Ke Lokasi Gempa Padangsidimpuan Sumatera Utara

Badan Geologi Terjunkan Tim Tanggap Darurat
ke Lokasi Gempa Padangsidimpuan Sumatera Utara

Jumat tanggal (14/0717) pukul 08:25:16 WIB terjadi gempa tektonik di Kota Padangsidimpuan Sumatera Utara dengan kekuatan 5 Skala Richter (SR). Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) episenter gempa ini terletak pada koordinat 1,42o LU dan 99,15o BT pada jarak 16 km arah barat laut Kota Padangsidimpuan dengan kedalaman gempa 10 kilometer.

badangeologiterjunkantimtanggapdarurat
Tim Tanggap Darurat Badan Geologi sedang melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat.
Desa Sitaratoit, Kecamatan Angkola Barat, Kab. Tapanuli Selatan

Informasi awal yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan bahwa telah terjadi kerusakan sekitar 60 rumah di wilayah Kota Padangsidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan, ada satu orang luka. Berdasarkan informasi tersebut, Badan Geologi menerjunkan Tim Tanggap Darurat (TD) ke lokasi Bencana yakni: Cecep Sulaeman, Kristianto, Hery Isep, dan Fadlianto N. Tim Tanggap darurat bertugas melakukan kajian cepat kerusakan geologi di wilayah terdampak, melakukan pengukuran mikrotremor, memberikan sosialisasi kepada masyarakat, dan menyampaikan rekomendasi teknis kepada pemerintah daerah.
   
Sesaat tiba di Kota Padangsidimpuan Tim TD langsung segera melakukan koordinasi dengan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Padangsidimpuan, Ali Ibrahim Dalimunthe, dan Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan Golfrid Lumbantobing untuk membahas rencana kegiatan peninjauan bersama ke lokasi yang terdampak gempa. Pada kesempatan tersebut Tim TD menjelaskan Peta Kawasan Rawan Bencana Lembar Provinsi Sumatera Utara khususnya tingkat kerawanan pada wilayah terdampak gempa Padangsidimpuan tanggal 14 Juli 2017, sekaligus Tim TD juga menyerahkan Peta KRB dan Buku Katalog Gempabumi Merusak di Indonesia.
Selesai melakukan pertemuan koordinasi, Tim TD bersama staf BPBD Kota Padangsidimpuan dan BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan segera melakukan pemeriksaan dampak gempabumi di Desa Simatohir, Desa Mompang, Kecamatan Angkola Julu, Kota Padangsidempuan, Desa Sitaratoit, Desa Lobulayan, Kecamatan Angkola Barat, Kab. Tapanuli Selatan. Disamping pemeriksaan dampak yang ditimbulkan, juga dilakukan pengukuran mikrotremor, serta memberikan sosialisasi langsung kepada masyarakat di wilayah terdampak.

badangeologiterjunkantimtanggapdarurat1
Dinding rumah roboh di Desa Sitaratoit, Kecamatan Angkola Barat, Kab. Tapanuli Selatan.

Pemberian sosialisasi langsung ini sangat penting untuk menenangkan masyarakat yang mengalami kecemasan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan yang lebih besar serta adanya aktivitas vulkanik Gunung Lubuk Raya. Pada malam itu Tim TD bertemu dan berkoordinasi dengan Camat serta Danramil Angkola Barat hingga. Sekembali dari lokasi terdampak, Tim TD bertemu Wartawan Media Antara Sumut untuk menyampaikan informasi hasil kajian geologi di lokasi terdampak status Gunung Lubuk Raya.
 
Pada hari kedua Tim TD Badan Geologi melakukan pemeriksaan dan pengukuran mikrotremor serta sosialisasi langsung kepada masyarakat di Desa Pokenjior, Desa Pintu Langit Jae, Kecamatan Angkola Julu, dan Ds Palopat Maria, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaim Baru, Kota Padangsidimpun. Kerusakan yang terjadi pada plafon bangunan salah satu rumah di Desa Palopat Maria disebabkan oleh dinding bagian atas yang ambruk sehingga menimpa plafon.
Keesokan harinya, Tim TD melakukan pemeriksaan lapangan di sekitar lokasi pusat gempa bumi di Desa Malombu Kecamatan Angkola Sangkunur, Desa Panombasan, dan Desa Siuhom Kecamatan Angkola Barat. Di lokasi-lokasi tersebut tidak ditemukan adanya kerusakan bangunan maupun retakan tanah. Tim TD juga memberikan sosialisasi bahwa jika terjadi gempa susulan pada umumnya lebih kecil dari pada gempa utama, serta status Gunung Lubuk Raya yang bukan merupakan gunung api.

badangeologiterjunkantimtanggapdarurat2
Sosialisasi di Kecamatan Angkola Julu

Kegiatan hari keempat, Tim TD melakukan pemeriksaan lapangan di 6 lokasi, yaitu di Kampus STKIP Tapsel Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Desa. Pargarutan, Desa Kapuran Palsabelas, Desa Panompuan Kecamatan Angkola Timur, Kantor Bupati Tapanuli Selatan, dan Desa Sihitang Kecamatan Sidimpuan Tenggara. Di lokasi-lokasi tersebut tidak ditemukan kerusakan bangunan maupun retakan tanah. Tim TD berkesempatan bertemu dengan Bupati Tapanuli Selatan H. Syahrul M. Pasaribu, SH, dan menyampaikan hasil kajian serta tingkat kerawan bencana gempabumi wilayah Tapanuli Selatan.
   
Hari kelima di lapangan Tim TD bersama BPBD Kota Padangsidimpuan melakukan sosialisasi di kantor Kecamatan Angkola Julu. Dalam kegiatan tersebut hadir Kalakhar BPBD Kota Padangsidimpuan, Muspida serta wakil masyarakat Kecamatan Angkola Julu. Banyak pertanyaan yang muncul dari peserta sosialisasi tentang kemungkinan  terjadinya gempa susulan yang kekuatannya lebih besar serta kecemasan terhadap aktivitas Gunung Lubuk Raya.

Hasil Pemeriksaan dan Kajian
Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari hasil pemeriksaan dan kajian Tim TD Badan Geologi, yaitu: (1) Wilayah Kota Padangsidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan rawan terhadap bencana gempa bumi, (2) Kerusakan pada bangunan umumnya disebabkan oleh konstruksi bangunan yang tidak memperhatikan kaidah bangunan tahan gempa, yaitu sudut bangunan tidak memakai kolom besi dan tidak terikat satu dengan lainnya, (3) Berdasarkan hasil pengukuran mikrotremor menujukkan tanah penyusun di lokasi terdampak secara umum diklasifikasikan sebagai batuan alluvium atau batuan lunak yang tebal (periode dominan lebih besar dari 0,6 detik) yang bersifat memperbesar goncangan gempa bumi, dan (4) Gunung Lubuk Raya bukan merupakan gunung api, serta tidak ada aktivitas vulkanik di permukaan.

Rekomendasi Teknis
Beberapa hal yang dapat disampaikan sebagai rekomendasi teknis dalam mitigasi dan penanggulangan bencana gempa bumi di Kota Padangsidimpuan serta Kabupaten Tapanuli Selatan, yaitu: (1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. (2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil, dan (3) Agar dalam membangun konstruksi hunian mengikuti kaidah bangunan tahan gempabumi (building code).

Sumber: Kristianto PVMBG


<Berita Terkini>