Article Detail

Tinjauan Tentang Cebakan Emas Aluvial Di Indonesia Dan Potensi Pengembangan


BULETIN SUMBER DAYA GEOLOGI, Vol. 2 No. 2 August 2007

Sabtanto Joko Suprapto - PSDG, Badan Geologi.
Cebakan emas aluvial di Indonesia terdapat terutama pada pulau-pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Sebaran emas aluvial berada pada permukaan atau dekat permukaan, dengan spesifik emas berupa warna dan kilap yang sangat menarik, sehingga keberadaan emas aluvial mudah dikenali, dan umumnya mudah ditemukan dan diusahakan oleh masyarakat setempat. Cebakan emas aluvial dicirikan oleh kondisi endapan sedimen bersifat lepas dengan kandungan logam emas berupa butiran, dapat ditambang dan diolah dengan cara pemisahan emas secara fisik, menggunakan peralatan sederhana. Optimalisasi pemanfaatan potensi emas aluvial dapat dilakukan dengan menyesuaikan kelayakan sekala usaha yang tepat sesuai dengan dimensi cebakan. Cebakan dengan dimensi relatif kecil tidak bisa menggunakan peralatan berat tetapi dapat dikembangkan untuk pertambangan sekala kecil atau pertambangan rakyat menggunakan peralatan sederhana. Pengembangan potensi cebakan emas aluvial dengan melibatkan pertambangan rakyat harus juga mempertimbangkan aspek perlindungan lingkungan, dengan menghindari terjadinya degradasi lingkungan.
cebakan emas, emas aluvial
  • Boyle, R.W., 1979.The Geochemistry of Gold and Its Deposits. Gological Survey Buletin 280. Quebec, Canada.
  • Djunaedi, E.K., dan Pertamana, Y., 2006. Inventarisasi Potensi Bahan Galian pada Wilayah PETI, Daerah Sarolangun, Jambi, Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung
  • Gunradi, R., Ta’in, Z., dan Said, A., 2003. Pemantauan dan Evaluasi Konservasi Sumber Daya Mineral Daerah G. Pani, Boalemo, Gorontalo, Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral, Bandung
  • Gurniwa, A., dan Suprapto S.J., 1993. Eksplorasi Emas Aluvial di Daerah Benit, PT. Allindo Mitrasarana, Muarabungo
  • Gurniwa, A., dan Suprapto S.J., 1994. Eksplorasi Emas Aluvial di Daerah Benit dan Mengkuang, PT. Allindo Mitrasarana, Muarabungo
  • Gurniwa, A., dan Suprapto S.J., 1995. Eksplorasi Emas Aluvial di Daerah Tambang Cucur, PT. Allindo Mitrasarana, Muarabungo
  • Juliawan, N. dan Jaenudin, 2007. Inventarisasi Bahan Galian Pada Wilayah Bekas Tambang, Daerah Pontain, Tanah Laut, Kalsel, Pusat Sumber Daya geologi, Bandung.
  • Keyser, F & Sinay, J.N., 1993. History of Geoscientific in West Kalimantan, Indonesia, Journal of Australian Geology & Geophysics, NSW.
  • Van Leeuwen, T.M., 1994. 25 Years of Mineral Exploration and Discovery in Indonesia, Elsevier, Amsterdam
  • Macdonald, E.H., 1983. Alluvial Mining, Chapman and Hall, New York Pohan, M,P. dan Putra, C., 2004. Evaluasi Pemanfaatan Bahan Galian pada Bekas Tambang dan Wilayah PETI, Daerah BungoTebo, Jambi, Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral, Bandung
  • Rohmana dan Gunradi, R., 2006. Inventarisasi Bahan Galian Pada Wilayah PETI, Daerah
  • Kotarawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung
  • Suhandi, Suprapto S.J., dan Putra C., 2005. Pemetaan Penyebaran Merkuri Akibat Pertambangan, Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral, Bandung
  • Sujono, 2004. Penambangan dan Pengolahan Emas di Indonesia. Geologi dan Mulajadi Emas, Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara, Bandung
  • Widhiyatna, D., dan Suprapto S.J., 2006. Inventarisasi Potensi Bahan Galian pada Wilayah PETI, Daerah Nabire, Papua, Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung
Download

Comments


* Comments will be reviewed first before publish

* You need to be login to post your comment. doesn't have login Id, please register

There's No Comment Data to be shown